Beransur, Jakarta, 5 Juni 2026 – Jagat media sosial baru-baru ini dihangatkan oleh narasi yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberhentikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Kamis (4/6/2026). Isu pencopotan ini beredar luas di platform Facebook, tepat di tengah sentimen negatif pasar akibat melemahnya mata uang rupiah yang kian mengkhawatirkan.
Berdasarkan data pasar terbaru, nilai tukar rupiah sempat menyentuh titik terendah hingga Rp18.045 per dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut ambruk ke level 5.700. Kondisi ekonomi inilah yang disinyalir memicu liar beralihnya rumor pergantian takhta di Kementerian Keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung angkat bicara demi meredam spekulasi. Saat dikonfirmasi mengenai rumor pengunduran diri atau pencopotan dirinya, Purbaya menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak berdasar.
”Tidak benar,” tulis Purbaya secara singkat dalam pesan elektronik kepada jurnalis Suara.com, Novian Ardiansyah, Kamis (4/6/2026).
Sebelumnya, kabar burung mengenai pencopotan ini menguat setelah muncul informasi mengenai adanya agenda darurat di istana. Seorang sumber yang mengetahui dinamika di internal pemerintahan membenarkan adanya pertemuan mendadak yang dipimpin langsung oleh Kepala Negara.
”Pukul 12 tadi siang, Presiden Prabowo menggelar rapat tertutup. Pertemuannya satu jam,” ungkap sumber tersebut saat dimintai keterangan mengenai isu menteri keuangan. Kendati demikian, tidak ada pernyataan resmi yang menyatakan rapat tersebut membahas reposisi kabinet.
Di tengah kencangnya tiupan isu miring seputar jabatannya, Menkeu Purbaya tampak tetap tenang dan menjalankan tugasnya seperti biasa. Saat ditemui awak media di kompleks DPR RI, Jakarta, ia justru memberikan respons santai terkait kondisi makroekonomi yang sedang bergejolak.
Purbaya mengingatkan publik agar tidak salah alamat dalam melihat volatilitas mata uang. Ia menegaskan bahwa otoritas utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar berada di pundak Bank Indonesia (BI), bukan semata-mata domain Kementerian Keuangan.
Saat ditanya mengenai kemungkinan menggelar rapat darurat bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya menilai kondisi saat ini belum masuk dalam kategori darurat ekstrem yang memerlukan tindakan reaktif.
”Kan nanti Anda lihat saya panik. Ya dasarnya BI masih berkegiatan secara baik. Semua masih di bawah kendali mereka. Saya serahkan ke mereka,” ujar Purbaya dengan nada optimistis.
Sikap tenang dan cenderung “lepas tangan” ke Bank Indonesia yang ditunjukkan oleh Menkeu Purbaya ini langsung memicu beragam reaksi di kalangan pengamat politik maupun ekonomi.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di Kementerian Keuangan terpantau berjalan normal, dan pihak Istana Kepresidenan belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut terkait hasil rapat tertutup Kamis siang tersebut.
#beransurmedia #MenteriKeuangan #menkeu #kemenkeu #PurbayaYudhiSadewa #BI #BankIndonesia #KSSK #KomiteStabilitasSistemKeuangan #DPRRI #Jakarta #IndeksHargaSahamGabungan #IHSG
