Beransur, Tulungagung, 13 April 2026 – Suasana di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tampak berbeda pada Senin (13/04/2026) pagi. Pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, pada Jumat (10/04) lalu, sejumlah ruangan di kantor pemerintahan kini dalam kondisi tersegel.

​Meski dibayangi proses hukum yang sedang berjalan, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Soeroto, memastikan bahwa roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan normal.

​Mengawali pekan ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung tetap melaksanakan apel pagi secara rutin. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Pj Sekda Soeroto, yang sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Mapolres Tulungagung pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.

​Dalam arahannya, Soeroto menekankan pentingnya menjaga profesionalitas di tengah situasi krisis. Ia menegaskan bahwa kinerja birokrasi tidak boleh lumpuh meskipun akses ke beberapa ruangan terbatas akibat penyegelan oleh tim Lembaga Antirasuah.

​”Pelayanan publik tidak boleh terhenti. Semua harus berjalan seperti biasa,” tegas Soeroto usai memimpin apel di kantor Pemkab Tulungagung, Senin (13/04).

​Berdasarkan pantauan di lapangan, segel KPK terpasang di beberapa titik strategis. Ruang kerja di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, termasuk ruang Kepala Dinas, saat ini berada dalam penguasaan penyidik KPK.

​Hingga Senin siang, belum terlihat adanya aktivitas penggeledahan lanjutan di lokasi-lokasi tersebut. Soeroto mengaku belum mengetahui jumlah pasti ruangan yang disegel karena kendala teknis pendataan pada hari libur sebelumnya.

​Bagi ASN yang ruang kerjanya terdampak penyegelan, pemerintah daerah telah memberikan instruksi khusus agar mereka tetap produktif dengan memanfaatkan fasilitas lain.

“Untuk yang ruangannya disegel, sementara waktu belum bisa digunakan. ASN dapat menggunakan ruangan atau tempat lain untuk bekerja,” ujar Soeroto.

​Sementara itu, kawasan Pendopo Kabupaten Tulungagung lokasi di mana Bupati Gatut Sunu terjaring OTT kini tertutup rapat. Pintu gerbang yang biasanya terbuka untuk umum kini dijaga ketat oleh anggota Satpol PP.

​Terkait kekosongan pucuk pimpinan di Kabupaten Tulungagung pasca-penangkapan bupati, Soeroto menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat.

​”Mengenai koordinasi pucuk pimpinan, kami masih menunggu keputusan dari pusat. Begitu ada keputusan, akan segera kami tindak lanjuti,” jelasnya.

​Mengenai belasan pejabat dan staf yang sebelumnya diboyong ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Soeroto menyebut bahwa sebagian besar dari mereka diperkirakan sedang dalam perjalanan pulang. Hal inilah yang menyebabkan sejumlah pejabat tersebut belum terlihat masuk kantor pada hari pertama kerja di pekan ini.

#beransurmedia #sidak #kantor #bupati #tulungagung #KPK #kabupatentulungagung #GatutSunuWibowo #Soeroto #gedungmerahputih #jakarta #jawatimur #jatim beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *