Beransur, Jakarta, 16 April 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempertajam sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utama program ini kini diarahkan khusus bagi anak-anak yang mengalami kurang gizi dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan tim khusus bernama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat. Tim ini memegang mandat penting untuk memverifikasi dan menyisir data di lapangan agar bantuan negara tidak salah sasaran.
Langkah konkret akan segera diambil dengan melakukan survei perdana di wilayah Jakarta. Nanik menegaskan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan (needs-based approach) adalah kunci agar anggaran negara memberikan dampak nyata bagi perbaikan gizi nasional.
”Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat,” ujar Nanik sebagaimana dikutip pada Rabu (15/4/2026).
Dalam menjalankan tugasnya, BGN tidak bekerja sendiri. Koordinasi intensif dilakukan bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Koordinasi tersebut terkait data kemiskinan dan jaminan sosial, serta terkait data siswa di satuan pendidikan.
Meski mendapatkan basis data dari kementerian terkait, Tim Optimalisasi tetap akan melakukan validasi langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi riil di masyarakat sesuai dengan data administratif yang ada.
Nanik menekankan, BGN ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus diperkuat agar program ini berjalan optimal.
“Iya nantinya data dari kita,” ujar Nanik singkat.
Salah satu poin krusial dalam arahan Presiden Prabowo adalah aspek fleksibilitas program. Nanik menjelaskan bahwa anak-anak dari keluarga mampu tidak diwajibkan menerima paket makanan ini.
”Kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orang tuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya. Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan,” tegas Nanik.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap alokasi sumber daya dapat dialihkan secara maksimal kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi segera.
“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.
Selain melakukan pemilahan di awal, BGN berkomitmen untuk memperkuat fungsi pengawasan dan evaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan guna meminimalkan risiko kebocoran distribusi dan memastikan kualitas makanan yang diterima siswa tetap terjaga.
”Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” pungkasnya.
Langkah efisiensi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
#beransurmedia #nanikS.Deyang #prabowosubianto #BadanGiziNasional #BGN #MakanBergiziGratis #MBG #siswasiswi #indonesiaemas #indonesiajuara #gizianak #gizi
