Beransur, Bekasi, 25 Juni 2026 – Sehari setelah kebakaran hebat melanda kawasan kios di Perumahan Pesona Anggrek, Bekasi Utara, Kota Bekasi, para pedagang dan warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi kejadian pada Kamis (25/6/2026). Mereka mulai melihat langsung dampak kerusakan sekaligus bergotong-royong membersihkan sisa-sisa material bangunan yang hangus terbakar.

​Di lokasi, puing-puing sisa amukan si jago merah tampak berserakan. Beberapa bagian kios mengalami kerusakan parah; mulai dari atap yang runtuh, dinding yang menghitam, hingga perlengkapan usaha di dalam bangunan yang tidak lagi berbentuk akibat lahapan api. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pedagang terlihat berusaha memilah dan menyelamatkan barang-barang berharga atau peralatan usaha yang sekiranya masih bisa digunakan kembali.

​Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat ini terjadi pada Rabu (24/6/2026) malam sekitar pukul 21.21 WIB. Berdasarkan data dari Komandan Regu (Danru) Kompi B Disdamkarmat Kota Bekasi, Wawan,mengatakan titik api pertama kali muncul dan menghanguskan bangunan toko klontong yang terletak di kawasan kios perumahan tersebut.

“Informasi dari warga, api pertama kali terlihat dari toko klontong. Dugaan sementara akibat korsleting listrik,” kata Wawan, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, terdapat lima unit usaha yang terdampak kebakaran, yakni toko klontong, warung makan, toko ayam, toko busa, dan sebuah kantor. Saat kejadian seluruh bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban.

“Semua toko dalam kondisi kosong. Api tidak sempat merembet ke rumah warga,” ujarnya.

​Guna menjinakkan api, Dinas Damkar Kota Bekasi bergerak cepat dengan menerjunkan tim gabungan ke lokasi sebanyak enam unit kendaraan pemadam kebakaran, terdiri dari lima unit mobil pemadam dan satu unit rescue, dikerahkan ke lokasi bersama 34 personel. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Wawan mengungkapkan, kendala utama saat proses pemadaman bukan berasal dari ketersediaan air, melainkan akses menuju titik kebakaran yang terhambat oleh banyaknya warga yang memadati lokasi.

“Kalau sumber air tidak ada masalah karena masing-masing unit sudah membawa suplai air. Kendalanya akses jalan karena banyak warga menonton dan kendaraan yang diparkir sembarangan,” jelasnya.

Berkat respons cepat dan melokalisasi titik api, petugas berhasil mengendalikan situasi sehingga kebakaran tidak meluas ke area permukiman padat penduduk serta bangunan lain yang berada di sekelilingnya.

Damkar Kota Bekasi, Wawan, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam insiden ini. Seluruh penghuni kios dan warga sekitar berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

​Meski demikian, kerugian material yang diderita para pedagang diperkirakan cukup besar. Hingga saat ini, pihak berwenang bersama pengelola kawasan masih melakukan proses pendataan untuk mengetahui jumlah pasti kios yang terdampak serta total kerugian materi yang dialami.

​Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian dan tim terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik lebih lanjut. Namun, dugaan sementara dari petugas di lapangan mengarah pada terjadinya korsleting listrik atau hubungan arus pendek pada salah satu bangunan kios.

​Hingga Kamis dini hari (25/6/2026), garis polisi (police line) kuning masih terpasang mengitari area bekas kebakaran guna mengamankan lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Warga yang tidak berkepentingan dilarang melewati batas tersebut sementara proses pendataan dan penyelidikan masih terus berjalan.

#beransurmedia #pesonaanggrek #kotabekasi #bekasi #kebakaran #kios #BekasiUtara #garispolisi #policeline #DinasDamkarKotaBekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *