Beransur, Toronto – Panggung Piala Dunia 2026 di Grup L akan resmi dibuka dengan menyajikan duel sengit antara tim nasional Ghana melawan Panama. Laga perdana kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Toronto, Kanada, pada Kamis (18/6) pukul 06.00 WIB. Pertandingan ini akan digelar tepat setelah laga pembuka Grup L lainnya yang mempertemukan Inggris kontra Kroasia di Stadion Dallas, Arlington, yang berlangsung tiga jam lebih awal.
Pertemuan antara Ghana dan Panama ini dipastikan berjalan menarik lantaran kedua tim datang dengan dua ambisi yang sangat bertolak belakang namun sama-sama kuat.
Bagi Timnas Ghana, Piala Dunia 2026 merupakan edisi kelima keikutsertaan mereka sejak debut manis pada tahun 2006 di Jerman yang berakhir di babak 16 besar. Namun, ambisi terbesar tim berjuluk Black Stars ini adalah mengulangi, bahkan melampaui, pencapaian terbaik mereka pada edisi 2010 di Afrika Selatan saat berhasil menembus babak perempat final.
Kala itu, Ghana nyaris menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Sayang, mimpi tersebut buyar dalam laga penuh kontroversi melawan Uruguay. Di akhir babak perpanjangan waktu dalam kondisi skor 1-1, Luis Suarez sengaja menahan bola dengan tangan di garis gawang untuk menggagalkan gol mutlak Ghana.
Meski Suarez dikartu merah dan Ghana mendapat hadiah penalti, Asamoah Gyan yang maju sebagai algojo gagal menuntaskan tugasnya setelah tendangannya membentur mistar gawang. Ghana akhirnya tersingkir tragis lewat babak adu penalti. Setelah memori pahit 2010 dan kegagalan lolos dari fase grup pada edisi 2014 (Brasil) serta 2022 (Qatar), Ghana kini mengusung misi kebangkitan.
Di sisi lain, Panama datang ke Piala Dunia 2026 dengan target yang jauh lebih sederhana namun sangat krusial: meraih kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah turnamen akbar ini.
Ini merupakan penampilan kedua tim berjuluk Los Canaleros tersebut setelah debut mereka di Piala Dunia 2018 Rusia. Pada edisi tersebut, Panama harus pulang tanpa poin setelah menelan tiga kekalahan beruntun dari Belgia (0-3), Inggris (1-6), dan Tunisia (1-2). Tahun ini, mereka bertekad untuk memecah telur dan mencetak sejarah baru.
Kedua tim dipastikan tampil percaya diri setelah mengantongi modal impresif dari babak kualifikasi:
Ghana: Melaju mulus sebagai juara Grup I dengan koleksi 25 poin dari 10 laga (8 menang, 1 seri, 1 kalah). Negara Afrika Barat ini tampil produktif dengan mencetak 23 gol dan hanya kebobolan 6 gol. Striker veteran Leicester City berusia 34 tahun, Jordan Ayew, menjadi bintang dengan sumbangan 7 gol dan 7 assist.
Panama: Lolos ke putaran final sebagai juara Grup A dengan meraih 12 poin. Bersaing ketat dengan Suriname, Guatemala, dan El Salvador, Panama sukses menjaga rekor tak terkalahkan sepanjang kualifikasi dengan catatan 3 kemenangan dan 3 hasil imbang.
Adu Strategi Dua Pelatih Eropa
Laga ini juga akan menjadi pembuktian bagi kedua juru taktik asal Eropa. Ghana kini dinakhodai oleh pelatih kawakan asal Portugal, Carlos Queiroz (73 tahun). Mantan pelatih timnas Oman ini baru ditunjuk pada April lalu menggantikan Otto Addo, sosok yang sebenarnya berjasa meloloskan Ghana ke Piala Dunia tahun ini. Dikutip dari laman resmi FIFA, Queiroz menegaskan bahwa kemenangan adalah harga mati bagi timnya.
“Kami siap memenangkan pertandingan di Piala Dunia ini. Kami membutuhkan para pemain untuk merespons dengan cepat tantangan yang ada di depan, dan saya berharap kami bisa menunjukkannya besok. Apakah pertandingan ini wajib dimenangkan? Dalam sepak bola, setiap pertandingan itu penting, jadi pada dasarnya setiap pertandingan wajib dimenangkan. Satu-satunya obat dalam sepak bola adalah kemenangan,” tegas Queiroz.
Sementara itu, stabilitas menjadi kekuatan utama Panama di bawah asuhan Thomas Christiansen. Pelatih berkebangsaan Spanyol ini sudah menangani Los Canaleros selama enam tahun terakhir dan merasa sangat optimistis melihat kesiapan anak asuhnya.
“Tim telah membuat pekerjaan saya sangat mudah selama sepekan terakhir. Saya tidak perlu memotivasi siapa pun. Kelompok ini sangat cerdas dan apa yang telah kami bangun di sini bagaikan sebuah keluarga yang indah. Ini bukan hanya tentang menjadi bagian dari turnamen, tetapi tentang menciptakan sejarah,” ujar Christiansen.
Apakah determinasi Ghana untuk mengulang kejayaan masa lalu mampu meredam ambisi Panama yang haus akan kemenangan perdana? Jawabannya akan tersaji di Stadion Toronto esok hari.
#beransurmedia #FIFAWorldCup2026 #PialaDuniaFIFA2026 #Ghana #Panama #ThomasChristiansen #CarlosQueiroz #LosCanaleros #BlackStars
