Beransur, Jakarta, 20 Mei 2026 – Sebuah momen menarik perhatian publik ketika Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan penjelasan mengenai kondisi fiskal Indonesia dengan cara yang sangat tidak biasa dan membumi. Alih-alih berdiri kaku di podium, ia memilih untuk duduk lesehan di lantai bersama para awak media demi menjelaskan data ekonomi makro secara lebih dekat dan santai.

​Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan Purbaya, yang mengenakan setelan jas biru formal, tampak merunduk dan akhirnya duduk bersila di samping sebuah laptop yang diletakkan di lantai. Tindakan ini langsung mengundang senyum dan tawa hangat dari para hadirin yang duduk di kursi penonton di belakangnya.

​Sambil menunjuk data pada layar laptop, Purbaya meluruskan beberapa spekulasi dan kekhawatiran dari para pengamat ekonomi mengenai proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

​”Kemarin kan mereka bilang ketika bulan Maret keluar 0,9% (defisit), mereka kali empat kan itu? Berarti katanya 3,6% dari PDB, berarti lewat 3%,” ujar Purbaya mengawali penjelasannya.

​Ia kemudian memaparkan data terbaru hingga bulan April untuk memberikan kalkulasi yang lebih akurat dan proporsional.

​”Sekarang tahunya keluarnya 0,4% sampai April. Berarti dikali tiga kan kalau empat bulan? Jadi 1,8% dari PDB. Kalau cara ngitungnya gitu, saya sudah aman sekali,” tambahnya sembari bercanda yang disambut tawa oleh wartawan di sebelahnya.

​Dalam kesempatan lesehan tersebut, Purbaya merinci indikator-indikator positif yang menunjukkan bahwa kondisi fiskal Indonesia saat ini masih sangat sehat dan berkelanjutan (sustainable), yang meliputi beberapa poin penting:

​Penerimaan Pajak: Tumbuh sebesar 13,7% secara total, di mana sektor pajak sendiri mengalami pertumbuhan mandiri hingga 16%. Pemerintah bahkan menargetkan angka ini didorong hingga menyentuh 20%.

​Bea Cukai: Mencatatkan pertumbuhan tipis namun tetap positif sebesar 0,6%.

​Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Menunjukkan performa yang kuat dengan tumbuh sebesar 11,8%.

​Menurut Purbaya, meskipun belanja negara saat ini terbilang cukup kencang dengan pertumbuhan mencapai 34%, stabilitas fiskal secara keseluruhan masih berada dalam batas yang aman.

​”Sehingga ketika belanja tetap kencang seperti ini, tumbuh 34%, itu defisitnya masih terkendali di sini. Dan keseimbangan primer sudah positif lagi. Artinya ini adalah salah satu acuan untuk suatu kebijakan fiskal sustainable apa enggak. Kita sudah bilang sustainable seperti ini. Jadi kondisi fiskal bagus,” pungkas Purbaya dengan optimis.

​Aksi lesehan ini menuai pujian karena dinilai berhasil meruntuhkan sekat formalitas birokrasi, sekaligus mempermudah penyampaian informasi ekonomi yang rumit menjadi lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

#beransurmedia #lesehan #LembagaPenjaminSimpanan #LPS #PurbayaYudhiSadewa #APBN #AnggaranPendapatandanBelanjaNegara #ProdukDomestikBruto #PDB #ekonomimakro #ekonomi #fiskal #​PenerimaanNegaraBukanPajak #PNBP #Bea #Cukai #pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *