Beransur, Arlington – Perjalanan Tim Nasional Inggris dalam misi memburu gelar juara Piala Dunia 2026 resmi dimulai. Langkah awal The Three Lions akan langsung diuji oleh raksasa Eropa lainnya, Kroasia, pada laga pembuka Grup L yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Kamis (18/6) dini hari WIB. Pertandingan ini tidak hanya sekadar laga pembuka, melainkan sebuah ujian instan bagi Thomas Tuchel dalam panggung terbesar sepak bola dunia sejak resmi menukari armada Inggris.
Di atas kertas, Inggris memang jauh lebih diunggulkan. Kombinasi materi pemain bertabur bintang, kedalaman skuad yang mumpuni, serta ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang trofi Piala Dunia sejak 1966 menjadikan pasukan Thomas Tuchel sebagai salah satu kandidat kuat juara tahun ini.
Namun, lawan yang mereka hadapi di laga perdana bukan tim sembarangan. Kroasia memiliki reputasi mentereng sebagai “tim turnamen” sebuah julukan bagi tim yang kerap tampil melebihi ekspektasi ketika kompetisi sudah memasuki fase-fase krusial.
Pertemuan ini juga membawa aroma sejarah yang kental. Publik Inggris tentu belum melupakan memori kelam semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia.
Saat itu, Kroasia berhasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 melalui babak perpanjangan waktu (extra time). Kekalahan menyakitkan delapan tahun silam itu menjadi salah satu luka terdalam bagi generasi emas Inggris dalam satu dekade terakhir. Kini, momen untuk membalas dendam sekaligus memulai turnamen dengan poin penuh telah tiba.
Piala Dunia 2026 menjadi pembuktian bagi reputasi Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman tersebut datang dengan kurikulum vitae mentereng setelah sukses menukangi klub-klub elite Eropa seperti Borussia Dortmund, Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Bayern Munchen.
Tuchel mewarisi skuad yang penuh talenta. Jude Bellingham telah berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia, demikian pula dengan gelandang elegan Declan Rice. Sementara Harry Kane tetap menjadi tumpuan utama di lini depan. Kehadiran pemain-pemain muda seperti Anthony Gordon, Noni Madueke, dan Elliot Anderson memberi warna baru dalam permainan Inggris.
Laga melawan Kroasia akan menjadi gambaran awal bagaimana filosofi Tuchel diterapkan di panggung terbesar sepak bola dunia. Jika Inggris mengandalkan kombinasi bintang muda dan pemain matang, Kroasia masih mengandalkan pengalaman luar biasa para pemain senior mereka. Sorotan utama tentu tertuju kepada Luka Modric. Di usia yang tak lagi muda, maestro lini tengah itu tetap menjadi jantung permainan Vatreni. Bersama Mateo Kovacic, Modric masih mampu mengendalikan ritme pertandingan dan menjaga keseimbangan permainan.
Di lini belakang, Josko Gvardiol menjadi pemimpin generasi baru Kroasia. Bek yang dikenal tangguh sekaligus nyaman membangun serangan dari belakang itu akan menjadi benteng utama untuk meredam agresivitas Inggris. Sementara di depan, pengalaman Ivan Perisic dan ketajaman Ante Budimir dapat menjadi ancaman serius bagi pertahanan Inggris yang terkadang masih rentan menghadapi serangan balik cepat.
Perebutan di lapangan Tengah akan menjadi kunci penting bagi kedua tim. Jude Bellingham merupakan simbol masa depan sepak bola Inggris. Energi, kreativitas, kemampuan menyerang, dan kepemimpinannya membuat gelandang muda tersebut menjadi pemain paling berpengaruh dalam skuad Inggris saat ini.
Di sisi lain, Luka Modric adalah simbol pengalaman dan kecerdasan. Jika Bellingham mewakili generasi baru, maka Modric adalah representasi dari generasi yang telah membuktikan kualitasnya selama lebih dari satu dekade.
Siapa yang mampu menguasai lini tengah kemungkinan besar akan menentukan arah pertandingan. Di barisan serangan Inggris diperkirakan akan mengandalkan kecepatan Anthony Gordon dan Noni Madueke untuk membongkar pertahanan Kroasia. Kedua pemain memiliki kemampuan satu lawan satu yang sangat baik dan dapat memberikan suplai bola kepada Harry Kane.
Namun Kroasia memiliki senjata serupa melalui Ivan Perisic yang tetap berbahaya dalam situasi transisi. Pengalaman Perisic dalam pertandingan besar dapat menjadi faktor penting apabila Kroasia memilih bermain lebih sabar dan mengandalkan serangan balik.
Bagi Inggris, kemenangan di laga perdana akan mempertegas status mereka sebagai favorit utama. Sebaliknya bagi Kroasia, hasil positif akan menjadi sinyal kuat kepada dunia bahwa mereka masih layak diperhitungkan sebagai tim “kuda hitam” yang siap membuat kejutan besar.
Pertandingan diprediksi akan berlangsung sangat ketat, terutama di babak pertama. Inggris tampaknya akan mengambil inisiatif untuk tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Di sisi lain, Kroasia akan bermain lebih sabar, berusaha memperlambat tempo permainan, dan memaksimalkan kematangan mental para pemain senior mereka untuk mencuri momentum.
#beransurmedia #FIFAWorldCup2026 #PialaDuniaFIFA2026 #Kroasia #Inggris #TheThreeLions #ThomasTuchel #kudahitam
