Beransur, Bekasi, 19 Mei 2026 – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan video yang menunjukkan fenomena unik sekaligus memprihatinkan: aliran air Kali Rawalumbu di Kota Bekasi mendadak berubah warna menjadi biru cerah. Menanggapi viralnya video tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bergerak cepat dengan menerjunkan tim untuk meninjau dan mendalami penyebab pasti perubahan warna air yang tidak biasa ini.
Berdasarkan data resmi dari situs Pemkot Bekasi, Selasa (19/5/2026), perubahan warna air di Kali Rawalumbu tersebut dilaporkan pertama kali terjadi pada Sabtu (16/5).
Guna menindaklanjuti laporan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi didampingi pihak Kelurahan Bojong Rawalumbu langsung mengecek lokasi yang diduga menjadi titik pencemaran. Pengecekan dilakukan di aliran Kali Rawalumbu, tepatnya di kawasan Jalan Dasa Darma RT 06 RW 02, Jembatan 9, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, pada Senin (19/5).
Dari hasil penelusuran awal di lapangan, peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh faktor kelalaian atau kecelakaan kerja. Diketahui, terdapat tumpahan cat berukuran 20 liter saat proses pemindahan barang di sebuah area gudang. Tumpahan cat tersebut kemudian mengalir ke saluran domestik warga hingga masuk ke drainase utama yang terhubung langsung dengan Kali Rawalumbu, sehingga mengubah warna air kali menjadi biru.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa pihaknya segera menurunkan tim pengawas lingkungan hidup dan tim laboratorium ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lapangan, pengamatan visual, serta pengambilan sampel air.
“Hasil pengamatan sementara menunjukkan kondisi air berwarna keruh dan menimbulkan bau tertentu, namun tidak ditemukan endapan pada permukaan maupun dasar aliran air. Adapun hasil pengukuran lapangan meliputi pH 7,54, DHL 644,35 µS, temperatur 30°C, klorin bebas 0,08 mg/L, dan dissolved oxygen (DO) 4,5 mg/L,” jelasnya Kiswatiningsih
Meskipun beberapa parameter awal sudah mengantongi angka pasti, Kiswatiningsih menegaskan bahwa hasil tersebut masih memerlukan analisis laboratorium lanjutan. Langkah ini penting untuk memastikan karakteristik zat pencemar secara detail serta mengukur tingkat dampak buruknya terhadap kualitas lingkungan hidup di sekitar aliran kali.
Hingga saat ini, DLH Kota Bekasi berkomitmen untuk terus memantau kondisi kali dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar langkah penanganan serta pencegahan dapat berjalan secara optimal.
Pihak DLH juga memberikan imbauan keras kepada para pelaku usaha di Kota Bekasi agar lebih berhati-hati dan memperhatikan pengelolaan bahan baku maupun limbah operasional mereka demi mencegah terjadinya pencemaran lingkungan di kemudian hari.
”Masyarakat diharapkan turut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi pencemaran di wilayah masing-masing,” pungkas Kiswatiningsih.
Pemkot Bekasi melalui DLH menegaskan akan terus mengawasi kualitas lingkungan hidup secara profesional, objektif, dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
#beransurmedia #airkali #rawalumbu #bojong #DasaDarma #DinasLingkunganHidup #DLH #limbah #Kiswatiningsih #pencemaranlingkungan #laboratorium #biru #PemkotBekasi #kadarair beransur.com
