Beransur, Aceh – Suara gembira dan ungkapan syukur berbaur haru dengan suara petasan serta sirene dalam acara peresmian pembukaan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Kamis (2/7/2026).
Jembatan ini berhasil berdiri kembali berkat aksi swadaya murni masyarakat demi menghubungkan kembali arus transportasi ke Dataran Tinggi Gayo yang sempat terputus total. Ribuan warga tampak berkumpul di atas jembatan yang baru dibuka tersebut. Mereka berulang kali meneriakkan takbir untuk menyuarakan kegembiraan atas rampungnya infrastruktur vital ini.
Menariknya, jembatan ini sepenuhnya dibangun menggunakan dana mandiri hasil patungan warga. Masyarakat dari berbagai elemen bergotong royong mengumpulkan dana urunan hingga mencapai Rp1,08 miliar demi mewujudkan kembali berdirinya Jembatan Enang-Enang.
Sebagaimana diketahui, Jembatan Enang-Enang sebelumnya hancur total akibat terjangan banjir bandang dahsyat yang melanda sejumlah wilayah Sumatra pada November 2025 lalu. Dampak dari bencana tersebut, akses transportasi warga terputus dengan wilayah luar, mengisolasi mobilitas, dan melumpuhkan urat nadi perekonomian setempat.
Setelah berbulan-bulan menanti tanpa adanya bantuan dan penanganan serius dari pemerintah, warga akhirnya memutuskan untuk mengambil inisiatif mandiri. Jembatan ini dinilai terlalu vital untuk dibiarkan rusak berlama-lama, mengingat fungsinya sebagai penyambung kehidupan warga dan penopang utama kegiatan ekonomi.
Pemerintah sendiri sebenarnya baru mencanangkan proyek perbaikan jembatan ini pada tahun 2027 mendatang. Enggan menunggu terlalu lama, warga memilih mengambil alih perbaikan secara swadaya agar mobilitas bisa pulih lebih cepat. Bermodal dana urunan dan tenaga gotong royong, warga membuktikan mampu membangun kembali jembatan tersebut hanya dalam hitungan bulan.
Sahrial Abadi, selaku inisiator dari gerakan pembangunan jembatan ini, menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana swadaya masyarakat akan dipublikasikan secara terbuka kepada publik.
Langkah ini diambil untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, sekaligus membuktikan bahwa dana yang dikumpulkan dari keringat masyarakat benar-benar digunakan tepat sasaran.
Meski saat ini Jembatan Enang-Enang sudah dapat diakses oleh masyarakat umum, pihak pengelola swadaya menegaskan bahwa jembatan ini belum direkomendasikan untuk dilewati oleh kendaraan dengan tonase berat.
Setelah aksi heroik warga ini viral di berbagai platform media sosial, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akhirnya angkat bicara. Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan apresiasinya atas inisiatif luar biasa masyarakat Bener Meriah. Kendati demikian, pihaknya menekankan pentingnya uji kelayakan infrastruktur demi keselamatan.
Pihak Kementerian PU menjadwalkan kunjungan langsung ke lokasi Jembatan Enang-Enang pada Selasa (7/7/2026) mendatang untuk mengecek kelaikan teknis struktur bangunan.
“Kita berterima kasih, pasti. Tapi, aksi swadaya itu belum cukup. Masih ada beberapa hal teknis yang harus kita tambahkan di sana (jembatan) agar memenuhi standar keamanan,” ujar Dody Hanggodo saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Kedatangan tim dari Kementerian PU diharapkan dapat memberikan penyempurnaan teknis dan sertifikasi kelayakan agar jembatan swadaya ini nantinya aman digunakan dalam jangka panjang, baik oleh kendaraan roda dua maupun kendaraan angkutan logistik yang lebih besar.
#beransurmedia #JembatanEnang-Enang #KecamatanPintuRimeGayo #KabupatenBenerMeriah #Aceh #DodyHanggodo #KementerianPekerjaanUmum
