Beransur, Jakarta, 13 Mei 2026 – Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, memberikan teguran keras terhadap sistem perbankan dan pembiayaan di Indonesia yang dinilai masih sangat timpang. Prabowo menyoroti perbedaan drastis antara suku bunga yang dibebankan kepada pengusaha besar dibandingkan dengan rakyat kecil.
Dalam sebuah acara pengarahan, Prabowo mengungkapkan keprihatinannya atas beban bunga yang harus ditanggung oleh nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar dan program Kredit Super Mikro.
Prabowo memaparkan data yang menunjukkan ketidakadilan dalam akses permodalan. Nasabah kecil yang meminjam Rp2 juta hingga Rp10 juta melalui program ultra mikro justru dikenakan bunga hingga 25%. Sebaliknya, korporasi besar atau konglomerat seringkali mendapatkan fasilitas pinjaman dari bank dengan bunga jauh lebih rendah, yakni di kisaran 9% hingga 10%.
”Masa orang miskin bayar bunganya lebih besar dari orang kaya? Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” tegas Prabowo di hadapan para pejabat dan menteri ekonomi yang hadir.
Menanggapi kondisi tersebut, Prabowo menyatakan telah mengambil keputusan politik yang tegas. Ia menginstruksikan jajaran menteri di bidang ekonomi untuk segera merombak struktur bunga kredit bagi masyarakat prasejahtera.
Ia menargetkan suku bunga untuk kredit ultra mikro harus dipangkas drastis agar sejajar dengan bunga yang dinikmati pengusaha besar. Dari 25%, harus turun hingga di bawah 10%, atau idealnya di bawah 9%.
“Ini keputusan politik, saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen, kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” kata Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dalam momen tersebut, Prabowo juga sempat berdialog langsung dengan perwakilan dari sektor terkait. Ketika ditanya mengenai kesanggupan menurunkan bunga menjadi 8%, pihak terkait menyatakan kesiapannya.
“Iya Pak Rosan, berapa? 9 persen? Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” kata Prabowo.
Prabowo meminta agar skema bunga baru dapat ditekan hingga di bawah angka 9 persen. Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan masyarakat kecil menanggung beban pembiayaan lebih berat dibanding kelompok ekonomi atas.
“Terus menerus, kita akan pelajari di mana sistem kita lemah, di mana kekurangan kita perbaiki. Patokan kita adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 dan tidak hanya slogan. Kita mau wujudkan situasi yang sebenarnya,” kata Prabowo.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penguatan ekonomi keluarga prasejahtera dan memastikan bahwa keadilan ekonomi tidak hanya menjadi slogan, tetapi dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.
#beransurmedia #sukubungakredit #bunga #rakyakecil #konglomerat #prabowosubianto #PermodalanNasionalMadani #PNM #ekonomi #pancasila beransur.com
