Beransur, Jakarta – Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global, Pemerintah Indonesia melalui koordinasi ketat antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian terkait, resmi mengumumkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar Rupiah. Keputusan ini diambil menyusul hasil Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung di Istana Negara.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan tujuh langkah utama yang akan diambil pemerintah untuk merespons tekanan terhadap mata uang Garuda.
Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah pengendalian permintaan valuta asing. Pemerintah mengimbau dan akan menerapkan kebijakan untuk membatasi pembelian dolar AS yang tidak memiliki kebutuhan mendasari (underlying) yang jelas. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir aksi spekulasi yang dapat memperburuk depresiasi Rupiah.
Memastikan pembelian dolar AS dilakukan hanya untuk kebutuhan produktif dan impor barang esensial.
Pengetatan aturan agar para eksportir memarkirkan dana hasil ekspornya lebih lama di sistem perbankan dalam negeri.
Bank Indonesia akan tetap berada di pasar untuk melakukan intervensi di pasar spot, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), maupun pasar sekunder SBN.
Pemerintah menyiapkan skema insentif bagi eksportir yang menempatkan DHE mereka di dalam negeri dalam jangka waktu tertentu.
Memaksimalkan penggunaan instrumen seperti SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) untuk menarik aliran modal masuk (inflow).
Koordinasi erat antara BI dan Kementerian Keuangan untuk memastikan defisit anggaran tetap terjaga dan pembiayaan utang tetap efisien.
Memberikan kepastian kepada pelaku usaha dan masyarakat mengenai kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid untuk menjaga ekspektasi pasar.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa meski Rupiah mengalami tekanan akibat penguatan Dolar AS secara global, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga.
”Langkah-langkah ini diambil untuk memberikan kepastian di pasar. Kami pastikan Bank Indonesia selalu berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya,” ujar Perry dalam keterangannya di hadapan media.
Melalui tujuh langkah ini, pemerintah optimis tingkat kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik akan meningkat, sekaligus mampu meredam volatilitas Rupiah terhadap Dolar AS dalam jangka pendek maupun menengah.
#beransurmedia #dolaras #amerikaserikat #dolar #BI #bankindonesia #KementerianKeuangan #PerryWarjiyo #AirlanggaHartarto
