Beransur, Jakarta, 2 Juni 2026 – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal memberikan lima saran strategis kepada Presiden Prabowo Subianto terkait intensitas perjalanan dinas ke luar negeri. Saran yang disampaikan melalui sebuah unggahan video pada Sabtu (30/5/2026) tersebut, langsung mendapatkan tanggapan dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Dino mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi kunjungan kerja ke luar negeri demi efisiensi anggaran negara. Menurut pemantauan komunitas hubungan internasional, Dino menilai Prabowo sebagai kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri sejak resmi menjabat.
”Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia, mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” ujar Dino.
Ia menambahkan bahwa satu kali perjalanan kepala negara ke luar negeri dapat menelan biaya yang sangat besar—mulai dari puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Komponen biaya tersebut mencakup tim pendahulu (advance team), tiket pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokoler, hingga pengamanan.
5 Saran Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo
Untuk mengatasi pemborosan anggaran dan meningkatkan efisiensi diplomasi, Dino mengusulkan lima langkah konkret:
1. Mengoptimalkan Teknologi Komunikasi (Video Call & Zoom)
Dino menyarankan agar komunikasi dengan pemimpin dunia lebih banyak memanfaatkan fasilitas video call, Zoom, atau telepon, mengingat durasi pertemuan bilateral biasanya hanya berlangsung 1 hingga 2 jam.
Ia mencontohkan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang sudah 17 kali menelepon Presiden AS Donald Trump tanpa sekali pun melakukan pertemuan bilateral langsung, meskipun AS adalah mitra dagang terbesar Meksiko.
2. Memanfaatkan Forum Internasional secara Maksimal (Formula 1 Plus 8)
Dino menganjurkan agar Presiden Prabowo memanfaatkan kehadiran di sebuah forum internasional untuk bertemu dengan banyak kepala negara sekaligus di satu tempat.
Ia sempat menyayangkan momentum di Sidang PBB New York tahun lalu ketika Presiden Finlandia, Alexander Stubb, meminta waktu bertemu Prabowo namun tidak mendapat respons. Hal serupa juga terjadi pada KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Dino menyarankan Istana menerapkan Formula 1 plus 8 (menghadiri 1 forum internasional dan bertemu minimal dengan 8 kepala negara yang hadir).
3. Perencanaan Kunjungan yang Profesional dan Transparan
Dino mengamati adanya beberapa kunjungan luar negeri yang terkesan spontan tanpa perencanaan matang, seperti saat kunjungan ke Pakistan dan Rusia di tengah bencana banjir Sumatera yang minim informasi ke publik.
Dino meminta Seskab Teddy atau Menlu Sugiono mengumumkan rencana kunjungan minimal satu bulan atau seminggu sebelum hari-H demi asas akuntabilitas dan transparansi.
4. Lebih Banyak Menerima Tamu Negara di Tanah Air
Dalam satu tahun ke depan, Prabowo disarankan untuk lebih banyak berperan sebagai tuan rumah di dalam negeri. Dino mencontohkan pola diplomasi Presiden China, Xi Jinping, yang jauh lebih sering menerima kunjungan pemimpin dunia di Beijing ketimbang bepergian ke luar negeri.
5. Mendelegasikan Misi Taktis kepada Menlu Sugiono
Dino menyarankan agar urusan diplomasi taktis diserahkan sepenuhnya kepada Menlu Sugiono. Biaya perjalanan seorang Menlu jauh lebih hemat karena biasanya hanya didampingi oleh tiga orang staf.
”Di sini Menlu Sugiono harus melepaskan diri sebagai bagian dari entourage (rombongan) Presiden, yang harus selalu berada di samping Presiden. Ingat, Menlu Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, dan Retno Marsudi semuanya tidak pernah menempatkan diri sebagai bagian dari entourage presiden dan mereka fokus total untuk menangani politik luar negeri,” tegas Dino.
Menanggapi kritik dan saran terstruktur tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi resmi melalui video yang diunggah oleh akun media sosial Sekretariat Kabinet pada Senin (1/6/2026). Teddy menyampaikan rasa terima kasihnya atas masukan yang diberikan oleh Dino Patti Djalal.
Terkait kekhawatiran publik mengenai pembengkakan anggaran negara untuk kunjungan luar negeri tersebut, Teddy meluruskan bahwa Presiden Prabowo menggunakan dana pribadi untuk menutup kelebihannya.
“Kemudian berikutnya, karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal,” kata Teddy melalui video yang diunggah akun media sosial Sekretariat Kabinet, Senin (1/6).
Teddy menyampaikan terima kasih atas masukan yang telah diberikan dengan sangat cermat dan terstruktur. Teddy mengatakan kelebihan biaya kunjungan luar negeri Prabowo dari kocek pribadi.
#beransurmedia #prabowosubianto #WakilMenteriLuarNegeri #Wamenlu #DinoPattiDjalal #SekretarisKabinet #Seskab #TeddyIndraWijaya #sarankan #kunjungan beransur.com
