Beransur, Bekasi, 29 Mei 2026 – Warga di kawasan Perumnas 1, Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi dikejutkan oleh insiden kebocoran yang diduga berasal dari pipa instalasi gas bawah tanah milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Jumat (29/5/2026) siang. Peristiwa tersebut memicu semburan air dan material tanah yang cukup tinggi di tengah jalan pemukiman yang padat.
Semburan air berwarna kecokelatan tersebut membubung tinggi ke udara hingga sekitar empat meter ke permukaan jalan, atau setinggi kabel listrik yang melintang di sekitar lokasi kejadian. Tampak semburan hebat terjadi tepat di dekat sebuah minimarket (Indomaret) dan area pertokoan warga.
”Ada kebocoran pipa gas alam, guys. Pemadam sudah standby,” ujar seorang saksi mata yang merekam langsung situasi menegangkan di tempat kejadian perkara (TKP).
Komandan Pleton 6 Kompi C Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi, Muhammad Syaifulloh, mengatakan bahwa pihak pemadam kebakaran menerima laporan dari warga mengenai insiden tersebut sekitar pukul 14.40 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, yaitu PGN, PDAM, serta PLN.
Syaifulloh mengungkapkan bahwa pada awalnya terdapat kesimpangan informasi mengenai sumber semburan karena material yang keluar didominasi oleh air.
“Awalnya dikira pipa PDAM, karena air terus menyembur. Setelah dicek lagi ternyata pipa PGN,” kata Syaifulloh saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Jumat (29/5/2026).
Menurut Syaifulloh, dugaan sementara kebocoran fatal ini terjadi akibat adanya aktivitas proyek galian saluran air di sekitar lokasi. Di area pengerjaan tersebut, terlihat sebuah alat berat jenis beko (ekskavator) yang tengah beroperasi dan diduga kuat tidak sengaja menghantam jalur pipa gas bawah tanah.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti potensi ledakan atau kebakaran akibat gas yang mudah menyulut api, Dinas Damkar Kota Bekasi langsung mengerahkan satu unit armada mobil pemadam kebakaran dengan nomor lambung 24 ke lokasi untuk bersiaga penuh.
Petugas gabungan bersama warga juga langsung memasang garis pembatas kuning (garis polisi) di sekitar area semburan agar masyarakat dan pengendara tidak mendekati titik kebocoran yang dinilai sangat berbahaya.
Damkar memberlakukan sterilisasi ketat di radius tertentu demi memastikan keamanan warga sekitar karena aroma gas yang menyengat mulai menyebar luas.
“Kita sterilkan lokasi, jangan sampai ada warga yang merokok. Bau gas tercium sampai sekitar 20 meter,” tegas Syaifulloh.
Akibat insiden ini, arus lalu lintas di jalur Perumnas 1 Kranji mengalami hambatan yang cukup signifikan. Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil terpaksa memperlambat laju kendaraan mereka saat melintas karena kondisi jalanan yang basah, tergenang air, dan tertutup material lumpur semburan.
Beberapa warga sekitar juga tampak keluar rumah dan berkumpul di jarak aman untuk memantau jalannya proses evakuasi dan penanganan situasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang bersama perusahaan penyedia layanan pipa gas terkait (PGN) dikabarkan tengah melakukan pengecekan mendalam guna mendeteksi tingkat kerusakan pipa. Petugas teknis di lapangan juga sedang berupaya keras melakukan penutupan (valve closure) pada aliran gas utama demi menjamin keselamatan dan keamanan warga sekitar.
#beransurmedia #pipagas #bocor #perumnas1bekasi #kotabekasi #bekasi #bekasibarat #kranji #MuhammadSyaifulloh #PGN #PipaGasTerkait #damkar #PTPerusahaanGasNegara #kebocoran beransur.com
