Beransur, Bogor, – Intensitas hujan yang tinggi sejak Rabu siang (29/4/2026) mengakibatkan sejumlah wilayah di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, terendam banjir. Luapan Kali Cinyompok dilaporkan menjadi penyebab utama masuknya air ke permukiman warga dan memutus akses jalan utama.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu wilayah terparah berada di Kampung Leuweung Gede, Desa Tenjo. Di lokasi tersebut, air meluap hingga ketinggian sekitar satu meter. Sedikitnya tujuh rumah warga terendam, dan lima kepala keluarga (KK) terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditempati.

​Warga menduga banjir kali ini diperparah oleh penyempitan bantaran Kali Cinyompok. Pembangunan tembok beton di sekitar aliran sungai dinilai menghambat kelancaran arus air, terutama saat debit air meningkat drastis akibat hujan lebat.

Tidak hanya merendam permukiman, banjir juga menggenangi jalan raya di depan Alfamidi Podomoro Tenjo. Dari pantauan video kiriman warga, terlihat genangan air yang cukup dalam membuat banyak kendaraan roda dua mengalami mati mesin atau mogok saat mencoba menerobos banjir.

​”Banjir di depan Alfamidi Podomoro Tenjo cukup dalam. Motor saya sampai mogok saat membawa penumpang. Banyak juga motor lain yang mengalami hal serupa di sini,” ujar seorang pengendara motor dalam rekaman video tersebut di tiktok @metrobogor

Camat Tenjo Yudhi Utomo mengatakan, banjir terjadi saat hujan deras mengguyur sekitar pukul 15.30 WIB sore tadi. Banjir disebabkan penyempitan aliran Kali Cinyompok dan adanya pagar penyaring sampah yang membuat air tidak mengalir dengan lancar.

“Mengakibatkan air meluap dan merendam rumah warga,” kata Yudi kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Banjir yang merendam beberapa rumah warga itu nyaris menelan korban jiwa. Seorang balita berinisial H (4) diketahui sempat terjebak dalam kamar ketika luapan banjir masuk ke rumahnya.

“Orang tua panik ketika terjadi banjir, lupa kalau anaknya masih di kamar sendiri,” jelas Yudhi.

Beruntung, warga sekitar yang mengetahui kejadian itu berhasil menyelamatkan bocah tersebut dan dibawa ke Puskesmas Tenjo untuk mendapatkan perawatan. “Dalam kondisi stabil. Sudah ditangani di Puskesmas Tenjo, sekarang didampingi pemerintah desa dirujuk ke rumah sakit terdekat karena terlalu banyak minum air kotor,” ungkapnya.

Adapun banjir yang sempat menggenangi rumah warga sudah berangsur-angsur surut.

“Situasi akhir mulai surut, kerugian materi sedang diinventarisasi,” tuturnya.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan ketinggian air. Pihak terkait diharapkan segera melakukan peninjauan terhadap penyempitan aliran sungai guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.

#beransurmedia #banjir #tenjo #bogor #KaliCinyompok #kabupatenbogor #KampungLeuweungGede #DesaTenjo beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *