Beransur, Bekasi – Hari bahagia yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi pilu bagi pasangan pengantin Rinaly Zullfi Setyawan (32) dan Feny Indah Fitria Ichwana (32). Mereka diduga menjadi korban penipuan oleh sebuah penyedia jasa pernikahan atau wedding organizer (WO) Marwah Catering Service yang berkantor di kawasan Jakarta Timur.
Akibatnya, resepsi pernikahan mereka terpaksa ditiadakan, meninggalkan ruangan gedung yang kosong tanpa dekorasi maupun hidangan makanan.
Meskipun resepsi gagal total, pihak gedung tetap berbaik hati memberikan fasilitas agar prosesi akad nikah bisa berlangsung secara sederhana selama satu hingga dua jam.
Demi menyelamatkan momen sakral tersebut, Aldi dan Feny bergerak cepat mencari solusi darurat. Mereka menghubungi secara pribadi para vendor seperti Makeup Artist (MUA), Master of Ceremony (MC), penata rambut (hairdo), hingga penyedia busana pengantin.
Beruntung, beberapa vendor tersebut bersedia hadir demi membantu kelancaran akad nikah. Momen pilu sekaligus haru ini pun viral di berbagai media sosial.
Feny menceritakan bahwa kecurigaan terhadap kinerja WO tersebut sebenarnya sudah mulai dirasakan saat rapat persiapan atau technical meeting (TM). Berbeda dengan persiapan pernikahan pada umumnya yang dilakukan secara langsung di lokasi acara, WO ini hanya menggelar TM secara online dan sangat singkat.
”Technical meeting cuma sekitar 10 menit dan sangat tidak detail. Saya tanya soal rundown, alur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab nanti diinformasikan satu hari sebelum acara (H-1),” jelas Feny.
Kekhawatiran Feny kian memuncak setelah ia mendengar desas-desus adanya korban lain yang mengeluhkan pelayanan buruk dari WO yang sama, mulai dari keterlambatan katering hingga porsi makanan yang tidak sesuai pesanan.
Puncaknya terjadi pada 13 Mei 2026 atau sekitar H-10 sebelum acara. Pihak Gedung Islamic Center Bekasi menghubungi pasangan tersebut untuk mengabarkan bahwa biaya sewa gedung belum dilunasi oleh pihak WO.
”Dari pihak Islamic Center bilang masih kurang pembayaran sekitar Rp 17,5 juta. Ternyata, pihak WO baru bayar DP sekitar Rp 6 juta,” ujar Feny.
Mendapat laporan tersebut, Aldi dan Feny mencoba menghubungi pihak WO berkali-kali, namun tidak mendapatkan respons yang jelas. Hingga akhirnya pada H-1 pernikahan, mereka nekat mendatangi kantor galeri WO tersebut di kawasan Jakarta Garden City (JGC). Setibanya di sana, mereka mendapati kantor tersebut sudah dalam kondisi kosong melongpong. Informasi dari warga sekitar menyebutkan bahwa operasional WO telah pindah ke daerah Rorotan.
Tak tinggal diam, pasangan ini langsung memburu keberadaan gudang WO di kawasan Rorotan. Di lokasi tersebut, mereka akhirnya berhasil menemui pihak pengelola WO. Namun, pihak WO terus memberikan alasan yang berbelit-belit terkait pelunasan tempat acara.
”Kita minta kepastian pembayaran karena sudah H-1. Mereka bilang deposito belum cair dan janji akan dibayar jam empat sore,” ucap Aldi.
Untuk meyakinkan korban, pemilik WO sempat menandatangani surat pernyataan di atas meterai yang menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan acara. Tragisnya, setelah menandatangani surat tersebut, pemilik WO justru pergi meninggalkan lokasi dengan alasan ada urusan lain yang harus diselesaikan.
Kondisi di lapangan semakin semrawut ketika sejumlah pekerja dekorasi dan katering mengaku sama sekali tidak mendapatkan arahan dari pemilik WO. Karena tidak ada kepastian kerja dan kejelasan upah, beberapa pekerja akhirnya memilih untuk meninggalkan lokasi.
”Kami akhirnya yakin acara resepsi kemungkinan besar tidak akan berjalan,” tutur Aldi dengan nada kecewa.
Tidak terima atas perlakuan tersebut, Aldi dan Feny resmi melaporkan dugaan penipuan ini ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu (24/5) malam. Dalam laporannya, mereka menyertakan sejumlah barang bukti kuat, mulai dari rekaman percakapan digital, bukti transfer pembayaran, hingga surat pernyataan bermeterai yang sempat ditandatangani oleh pihak WO.
Feny mengungkapkan bahwa dirinya tergiur menggunakan jasa WO ini setelah melihat promosi di media sosial.
“Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian mencapai Rp 85,5 juta,” ungkap Feny.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Bayu Kurniawan, telah mengonfirmasi dan mengimbau agar korban segera membuat laporan resmi agar kasus ini dapat segera ditindaklanjuti.
”Silakan lapor. Calon pengantin yang ada di video Instagram itu rencana baru hari ini mau datang, dilaporkan, kantor WO-nya di Cakung,” kata Bayu Kurniawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (24/5).
Pihak Polres Metro Jakarta Timur menegaskan siap menerima laporan dari pasangan tersebut maupun pihak-pihak lain yang merasa turut menjadi korban dari tindakan tidak bertanggung jawab WO tersebut. Kasus ini kini sedang dalam penanganan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
#beransurmedia #WO #WeddingOrganizer #MarwahCateringService #RinalyZullfiSetyawan #FenyIndahfitriaIchwana #JakartaTimur #PolresMetroJakartaTimur #Cakung #BayuKurniawan #Rorotan #JakartaGardenCity #JGC
