Beransur, Lhoksukon, 22 Mei 2026 – Sebanyak 80 jiwa warga Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat pada Jumat (22/5/2026). Langkah ini diambil setelah sebuah sumur bor di kawasan pemukiman mereka mendadak menyemburkan gas yang memicu kobaran api hebat.
Ketakutan akan adanya ledakan susulan membuat puluhan warga yang tinggal di sekitar lokasi memilih untuk segera menyelamatkan diri. Mereka mengungsi karena lokasi sumur itu berada tidak jauh dari rumah mereka.
Kepala Desa (Keuchik) Blang Reubek, Zulkarnaini, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari aktivitas pengeboran sumur biasa. Warga awalnya berniat membuat sumur bor guna memenuhi kebutuhan air untuk areal persawahan di desa setempat.
Namun, di tengah proses pengeboran, situasi berubah mencekam. Pipa sumur tiba-tiba mengeluarkan semburan gas bercampur lumpur dengan tekanan tinggi, yang tak lama kemudian memicu kobaran api raksasa.
”Saat ini, ada 20 rumah atau 80 jiwa mengungsi sementara waktu. Mereka khawatir akan ada ledakan susulan dari sumur itu,” ujar Zulkarnaini.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden menegangkan ini.
Pihak kepolisian dari Polres Aceh Utara langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi. Kepala Seksi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang Sutrisno, mengungkapkan bahwa api yang berkobar dari sumur bor tersebut sempat mencapai ketinggian lebih dari 50 meter, hingga memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga desa.
“Polisi sudah memasang police line sambil menunggu penanganan teknis dari pihak berwenang terkait sumber semburan gas tersebut,” tuturnya.
Senada dengan pihak kepolisian, Camat Lhoksukon, Kamaruddin, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Dirinya bersama jajaran personel TNI dan Polri terus bersiaga di lapangan untuk memastikan area tersebut steril dari aktivitas masyarakat.
“Sampai tim teknis memastikan kawasan itu aman, barulah kami izinkan warga kembali ke rumah,” ujarnya
Adapun Kepala Seksi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang Sutrisno, menyebutkan polisi menyelidiki penyebab sumur itu mengeluarkan api setinggi 50 meter lebih dan menimbulkan kepanikan warga.
”Kami sedang menyelidiki penyebab pasti mengapa sumur bor tersebut bisa mengeluarkan api setinggi 50 meter lebih,” kata AKP Bambang.
Meskipun saat ini kobaran api dilaporkan sudah padam, pihak kepolisian tetap mengambil langkah antisipasi yang ketat. Garis polisi (police line) telah dipasang di sekeliling lokasi guna mencegah warga mendekat.
”Kami imbau sementara waktu, warga tidak mendekat ke lokasi. Walau apinya sudah padam, kami belum menerima laporan dari tim teknis soal keamanan sumur bor itu,” tegasnya.
Kamaruddin memastikan bahwa warga yang mengungsi belum diperbolehkan pulang hingga situasi benar-benar dinyatakan kondusif oleh para ahli.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat masih menunggu kedatangan dan hasil pemeriksaan dari tim teknis serta pihak berwenang yang berkompeten untuk menangani serta menganalisis sumber semburan gas alam tersebut.
#beransurmedia #semburangas #kebakaran #DesaBlangReubek #KecamatanLhoksukon #KabupatenAcehUtara #ProvinsiAceh #AKPBambangSutrisno #Zulkarnaini
