Beransur, Jakarta – Kepanikan melanda penghuni Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, pada Kamis pagi setelah api melahap salah satu bagian gedung hunian tersebut. Tebalnya asap yang mengepung bagian dalam bangunan memaksa petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) melakukan aksi penyelamatan dramatis melalui sisi luar gedung.
Menurut keterangan salah seorang pekerja ritel di area apartemen bernama Abdul, api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 07.15 WIB, sesaat setelah aktivitas perkantoran dan perdagangan di sana dimulai.
”Jadi, kan kita sudah mulai masuk jam 07.00 WIB tuh, terus tadi terjadinya (kebakaran) jam 07.15 WIB gitu,” ujar Abdul di lokasi kejadian.
Pada pukul 09.00 WIB, asap pekat terlihat mulai membubung tinggi dari lantai dua salah satu bangunan gedung. Beruntung, kesigapan petugas Damkar yang berkantor tepat di depan apartemen membuat penanganan awal dapat dilakukan dengan sangat cepat.
Di tengah kepulan asap tebal seorang penghuni yang terjebak bersama anaknya mengirim pesan darurat dengan cara tak biasa.
Penghuni itu menuliskan pesan di sehelai baju dan melemparkannya ke petugas di bawah. Aksi tersebut berujung pada evakuasi dramatis yang berhasil menyelamatkan keduanya. Pesan itu ditulis menggunakan spidol hitam pada baju berwarna krem, lalu dilempar dari jendela unit ke lantai dasar.
“Tower C 33 GK, 2 orang, Iwan + Bayi,” isi tulisan di baju tersebut.
Baju itu dilemparkan seorang ayah bernama Iwan (54) kepada petugas yang tengah melakukan evakuasi menggunakan tangga darurat di area bawah gedung. Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Seman Riyadi, membenarkan adanya permintaan evakuasi tersebut. Ia menyebutkan, penghuni dalam kondisi panik karena asap mulai masuk ke unit apartemen, sedangkan di dalamnya terdapat seorang balita berusia 3,5 tahun.
“Dia ngasih pesan, lewat baju itu dia minta evakuasi, maksudnya dia di lantai 23, ruang nomor 33 Tower C di GK ya, dia panik karena ada bayinya,” ucap Seman kepada Kompas.com di lokasi, Kamis.
Hingga pukul 09.25 WIB, fokus utama petugas adalah menyelamatkan penghuni yang terjebak di lantai atas. Mengingat akses dalam gedung sudah tertutup asap tebal yang membahayakan pernapasan, petugas menggunakan metode evakuasi eksternal:
Petugas memasang tangga evakuasi secara vertikal dari lantai dasar hingga mencapai lantai enam.
Setiap penghuni yang diturunkan diikat menggunakan tali pengaman (harness) untuk mencegah risiko terjatuh saat menuruni tangga di ketinggian.
Sejumlah penghuni tampak panik dan berteriak meminta pertolongan agar segera dievakuasi.
“Itu posisinya dia ada asap dikit. Saya woro-woro juga. Tolong kalau ada handuk, kain dibasahin untuk biar asap tidak masuk ke ruangan. Itu tindakan darurat satu,” ucap Seman.
“Kedua, posisi jongkok di bawah saja karena oksigen di bawah itu masih banyak. Ketiga, pakai masker seadanya. Gitu seperti kain, handuk semua dibasahin untuk darurat,” tambah Seman.
Tak berselang lama, petugas berhasil mengevakuasi Iwan bersama bayinya menggunakan tangga darurat.
“Alhamdulillah selamat, sudah aman semua berhasil dievakuasi, iya (pakai tangga darurat),” tuturnya.
Penghuni diarahkan keluar melalui sisi seberang bagian gedung yang terbakar guna menghindari paparan api dan panas.
“Jadi kita dari pagi bersama tim, khususnya dari Tanjung Duren dan juga berbagai Sudin yang lainnya, Sudin Pusat, Barat, Kantor Dinas segala macam, kita melakukan evakuasi secepatnya. Karena kaitannya dengan asap, itu adalah penyebab orang yang akan meninggal dunia,” ujarnya.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat berhasil mengevakuasi 136 penghuni Apartemen Mediterania Garden Residence, Grogol Petamburan, yang terdampak kebakaran pada Kamis (30/4/2026) pagi. Operasi penyelamatan berskala besar tersebut dinyatakan selesai sepenuhnya pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Sebanyak 22 orang dari total warga yang dievakuasi harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit akibat mengalami sesak napas setelah terpapar asap tebal. Berdasarkan data posko evakuasi yang dilansir dari Megapolitan, para korban kini mendapatkan perawatan intensif di RS Pelni, RS Royal Taruma, RS Tarakan, dan RS Siloam Kebon Jeruk.
“Sudah aman, sebenarnya situasi sudah hijau. Tapi memang karena tadi ada beberapa ruangan yang sempat terkunci, kami masih melakukan penyisiran terakhir dulu untuk memastikan,” ucap Syaiful kepada Kompas.com di lokasi, Kamis (30/4/2026).
#beransurmedia #apartemen #mediterania #grogol #jakartabarat #kebakaran #petamburan #damkar beransur.com
