Beransur, Bekasi, 21 April 2026 – Meski intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Kabupaten Bekasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mulai mengambil langkah antisipatif. BPBD mengimbau para petani di wilayahnya untuk mulai beradaptasi dengan mengubah pola tanam guna menghadapi ancaman musim kemarau mendatang.

​Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi untuk menjaga ketahanan pangan dan meminimalisir risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem dan keterbatasan pasokan air irigasi.

“Secara prediksi kita mulai memasuki musim kemarau, namun kondisi di lapangan saat ini masih terdapat hujan di sejumlah wilayah. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 15 April 2026.

BPBD menyarankan agar petani beralih sementara dari tanaman padi ke komoditas yang lebih tangguh terhadap kondisi kering. Beberapa jenis tanaman yang direkomendasikan antara lain:

Jagung dan Kacang-kacangan: Membutuhkan debit air yang jauh lebih sedikit dibandingkan padi.

Singkong dan Ubi: Memiliki daya tahan tinggi terhadap tanah dengan kelembapan rendah.
​Sorgum: Dikenal sebagai tanaman “super” untuk lahan kering karena kemampuan adaptasinya yang luar biasa di cuaca panas.

​”Perubahan pola tanam menjadi salah satu solusi jangka pendek yang paling efektif agar petani tetap produktif meskipun kita nantinya harus menghadapi kemarau panjang,” tulis BPBD dalam keterangannya.

Meskipun saat ini Bekasi masih sering diguyur hujan atau yang sering disebut warga sebagai musim “hobi hujan” BPBD menekankan pentingnya persiapan sejak dini. Transisi cuaca yang tidak menentu menuntut para petani untuk lebih fleksibel dalam mengelola lahan mereka.

Selain mengandalkan jenis tanaman tahan kekeringan, BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau ketersediaan air di bendungan dan saluran irigasi primer.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan para petani di Kabupaten Bekasi dapat lebih siap menghadapi siklus iklim yang berubah-ubah, sehingga roda ekonomi sektor pertanian tetap berputar tanpa terhambat oleh bencana kekeringan.

Pemerintah pun terus mendorong sinergi antara masyarakat dan berbagai pihak untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah.

#beransurmedia #kabupatenbekasi #bekasi #sinergi #BPBD #BadanPenanggulanganBencanaDaerah #kemarau #hujan #panas #cuaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *