Beransur, Bekasi, 3 April 2026 – Umat Kristiani di seluruh dunia kembali memperingati Jumat Agung atau Hari Wafat Yesus Kristus. Momen yang terjadi lebih dari 2.000 tahun yang lalu di Bukit Golgota, Yerusalem ini, tetap menjadi tiang penyangga iman bagi jutaan orang sebagai bentuk pengorbanan terbesar untuk menebus dosa umat manusia.
Jumat Agung menandai rangkaian peristiwa memilukan namun penuh makna. Yesus, yang dipercaya sebagai Anak Allah dan Juru Selamat, ditangkap oleh otoritas Romawi setelah dikhianati oleh salah satu murid-Nya, Yudas Iskariot.
Melalui proses peradilan yang panjang, Ia akhirnya dijatuhi hukuman mati melalui penyaliban—sebuah metode eksekusi yang dianggap paling kejam pada masa itu. Namun, bagi umat Kristiani, kematian ini bukanlah akhir, melainkan sebuah rencana penebusan yang mulia.
Meski identik dengan duka dan penderitaan, hari ini disebut sebagai “Jumat Agung” karena makna besar di baliknya.
Yesus rela mengorbankan diri-Nya demi keselamatan manusia. Umat diajak merenungkan nilai kerendahan hati, kesabaran, dan cinta kasih yang tulus. Menjadi pengingat akan pengampunan Tuhan yang tak terbatas.
Berbeda dengan hari raya lainnya yang penuh sukacita atau pesta, Jumat Agung diperingati dengan suasana yang khidmat, tenang, dan penuh haru. Beberapa cara umat memperingatinya antaranya Jemaat berkumpul untuk berdoa dan berdiam diri dalam suasana reflektif.
Banyak gereja menggelar visualisasi atau drama jalan salib untuk menggambarkan penderitaan Yesus. Sebagai simbol ikut merasakan penderitaan Kristus, banyak umat yang menjalankan puasa.
Di berbagai negara, tradisi prosesi Jalan Salib dilakukan untuk mengenang langkah-langkah terakhir Yesus menuju tempat penyaliban.
Jumat Agung memberikan pelajaran berharga bahwa dari sebuah penderitaan, harapan tetap bisa tumbuh. Kesetiaan terhadap kebaikan harus tetap dijaga meski harus melewati tantangan yang berat.
Peringatan ini menjadi jembatan menuju Minggu Paskah, hari kebangkitan Kristus yang membawa harapan baru bagi dunia. Melalui Jumat Agung, umat diingatkan bahwa cinta yang rela berkorban adalah kekuatan terbesar dalam kehidupan.
Beberapa ucapan Jum’at Agung
”Jumat Agung mengajarkan kita tentang kesetiaan pada kebaikan meski harus melewati tantangan. Semoga kita kuat dalam iman. Tuhan memberkati.”
”Di hari yang kudus ini, mari kita merenungkan pengorbanan-Nya yang luar biasa. Semoga kita belajar untuk memiliki kasih yang rela berkorban bagi sesama.”
”Mengenang wafat Yesus Kristus. Dari penderitaan-Nya, tumbuh harapan baru bagi dunia. Salam damai.”
“Mari jadikan Jumat Agung sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperkuat kasih.”
“Selamat memperingati Jumat Agung 2026, semoga hari ini membawa ketenangan dalam hati. Semoga kita senantiasa dikuatkan dalam iman dan kasih kepada sesama.”
#beransurmedia #jumatagung #jumat #tuhan #YesusKristus #kristen #umatberagama #mendoakan #memperingati #toleransiberagama #agama beransur.com
