Beransur, Jakarta, 18 Maret 2026 – Masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena cuaca panas ekstrem yang diperkirakan akan bertahan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini masih berpotensi berlangsung setidaknya hingga tanggal 20–22 Maret 2026.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan, suhu panas yang dirasakan masyarakat beberapa hari terakhir kemungkinan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Masih berpotensi (terasa panas hingga 20-22 Maret 2026),” kata Guswanto.
Menurut Guswanto, suhu maksimum di Jakarta sempat mencapai 35,6 derajat Celsius. Kondisi ini dipengaruhi oleh langit yang relatif cerah dengan tutupan awan yang minim. Situasi tersebut membuat radiasi matahari dapat menembus atmosfer secara optimal dan langsung mencapai permukaan bumi. Kondisi ini diperkirakan masih terjadi selama masa peralihan musim.
Guswanto menyimpulkan, suhu maksimum di Jakarta sempat mencapai 35,6 derajat Celsius. Kondisi ini dipengaruhi oleh langit yang relatif cerah dengan tutupan awan yang minim.
Situasi tersebut membuat radiasi matahari dapat menembus atmosfer secara optimal dan langsung mencapai permukaan bumi. Kondisi ini diperkirakan masih terjadi selama masa peralihan musim.
“BMKG mencatat suhu maksimum hingga 35,6 derajat Celcius dan indeks UV masuk kategori ungu atau artinya bahaya ekstrem,” ujarnya. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan sinar matahari berada pada tingkat tertinggi.
Warga disarankan menghindari paparan langsung matahari terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan sinar matahari berada pada tingkat tertinggi.
Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan, seperti topi, payung, kacamata hitam, serta pakaian berlengan panjang.
“Gunakan tabir surya atau sunscreen dengan SPF tinggi untuk melindungi kulit. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi,” jelas Guswanto.
Hingga saat ini, BMKG terus memantau pergerakan cuaca dan meminta warga untuk tetap memperbarui informasi melalui saluran resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dinamis selama masa transisi musim ini.
#beransurmedia #cuacapanas #BMKG #panas #ekstrem #cuacaekstrem #air #cuaca #jabodetabek #jakarta #bekasi beransur.com
