Beransur, Jakarta, 3 Maret 2026 – Kualitas nutrisi bagi generasi masa depan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui instruksi tegas yang disampaikan melalui akun media sosial resminya, pihak berwenang memberikan arahan baru bagi seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pangan (SPPG) untuk memastikan makanan yang sampai ke tangan siswa dalam kondisi terbaik.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional ​Sony Sonjaya menemukan SPPG yang nakal di SDN Kramat Jati 16 Pagi, yang mengindikasikan bahwa pelarangan sistem bundling menu pada hari – hari aktif sekolah

​Sistem bundling atau pengemasan paket makanan di awal dinilai berisiko menurunkan kualitas kesegaran makanan jika tidak dikelola dengan sangat ketat.

​”Arahannya tidak ada lagi bundling per tiga hari, setiap hari harus dikasih. Tiada lagi bundling bundling” Ujar Sony Sonjaya

​Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap komponen makanan mulai dari karbohidrat, protein, hingga sayuran disajikan dalam kondisi optimal, fresh, dan layak konsumsi. Bundling hanya diperbolehkan saat hari libur atau akhir pekan bilang hari Sabtu tidak masuk harus diberikan pada hari Jumat.

​Program MBG ditegaskan bukan sekadar kegiatan bagi-bagi makanan secara seremonial. Ada standar tinggi yang harus dipenuhi setiap hari, meliputi:

​Keamanan Pangan: Memastikan bahan makanan bebas dari kontaminasi.

​Standar Penyajian: Menjaga estetika dan suhu makanan saat diterima anak-anak.

​Kesegaran: Mengutamakan pengolahan langsung (freshly cooked) daripada makanan yang sudah dikemas lama.

​”Anak-anak berhak mendapatkan makanan yang terbaik, bukan yang praktis. Kita naikkan standar. Kita jaga kualitas. Karena yang kita urus adalah generasi masa depan,” tulis unggahan tersebut, menekankan bahwa efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas gizi.

Pengawasan ketat akan dilakukan langsung di titik-titik distribusi sekolah. Dengan kebijakan ini, diharapkan para penyedia jasa boga atau dapur umum dapat menyesuaikan alur kerja mereka agar makanan tetap segar hingga jam istirahat sekolah tiba.

” Liat di Facebook, Disini kami meminta untuk seluruh SPPG. Langsung dibuatkan label ini apa namanya dengan mencantumkan harganya berapa.dan membuat akun di aplikasi MBG yang telah disampaikan pada Zoom Meeting.” Ujar Sony Sonjaya pada sidak sekolahan SDN Kramat Jati 16 Pagi,

​Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa integritas program gizi nasional tidak akan berkompromi pada hal-hal teknis yang dapat merugikan kesehatan siswa.

#beransurmedia #SonySonjaya #SDNKramatJati16Pagi #SPPG #BGN #JakartaTimur #jaktim #kramatjati #programgizi #gizi beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *