Beransur, Jakarta, 23 Februari 2026 – Insiden kekerasan menimpa tiga karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (22/2/2026) malam. Ketiga korban dianiaya oleh seorang pelanggan yang mengaku sebagai anggota kepolisian setelah terlibat cekcok terkait ketidaksesuaian data barcode BBM subsidi.

​Peristiwa bermula saat sebuah mobil Toyota Alphard masuk ke area SPBU untuk mengisi BBM jenis Pertalite pada shift malam. Operator yang bertugas, Lukmanul Hakim (19), melakukan prosedur pengecekan barcode sesuai aturan subsidi tepat sasaran.

​Meski nomor pelat kendaraan pada barcode sesuai, jenis kendaraan yang tertera di sistem berbeda dengan fisik mobil yang digunakan pelaku.

​”Saya scan barcode sopirnya, ternyata barcode-nya beda dengan di mobil aslinya. Mobilnya Alphard, tapi di barcode terdaftar untuk Toyota Kijang,” jelas Lukman saat ditemui pada Senin (23/2/2026).

​Karena ketidaksesuaian tersebut, operator menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menyarankan pelanggan untuk mengisi BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Namun, saran tersebut justru memicu emosi pelaku.

​Pelaku yang tidak terima diarahkan ke Pertamax mulai membentak karyawan dan mengklaim identitas sebagai aparat. Staf SPBU, Mukhlisin (38), menyebutkan bahwa pelaku sempat membawa-bawa nama pejabat tinggi Polri untuk mengintimidasi petugas.

Pelaku mengaku sebagai “Mobil Jenderal” hingga menyebut kata “Kapolda” saat membentak staf. Akibat amukan pelaku, tiga orang karyawan mengalami luka-luka. ​Khoirul Anam (Operator) Mengalami tamparan pada bagian pipi. ​Lukmanul Hakim (Operator): Mengalami luka di rahang sebelah kanan. ​Abud Mahmudin (Staf): Mengalami luka di bawah mata dan pipi dekat mulut hingga mengakibatkan gigi goyang/otek.

​Pihak manajemen SPBU Cipinang tidak tinggal diam dan telah resmi melaporkan kasus dugaan penganiayaan ini ke Polsek Pulogadung pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

​Selain kepolisian setempat, unsur Propam Polda Metro Jaya juga dikabarkan telah mendatangi lokasi kejadian untuk meminta keterangan terkait video insiden yang beredar, mengingat pelaku membawa-bawa institusi Polri saat kejadian berlangsung.

Kasus ini sedang dalam penanganan pihak berwajib untuk memastikan identitas asli pelaku, apakah benar merupakan anggota kepolisian atau warga sipil yang mengaku-ngaku (aparat gadungan).

#beransurmedia #Cipinang #Pulogadung #JakartaTimur #SPBU #insiden #pemukulan #keroyokan #karyawan #luka #cidera beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *