Beransur, Nusantara, 15 Februari 2026 – Menjelang pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus mematangkan kesiapan layanan dasar. Salah satu langkah krusial yang kini telah siap beroperasi adalah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 1 yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

​Fasilitas ini dirancang untuk mengolah hingga 74 ton limbah rumah tangga per hari, memastikan lingkungan ibu kota baru tetap bersih dan hijau seiring dengan pertumbuhan populasi dan hunian di masa mendatang. ​Inovasi Teknologi: Dari Sampah Menjadi Energi

​TPST 1 KIPP Nusantara bukan sekadar tempat pembuangan akhir biasa. Fasilitas ini mengadopsi sistem pengelolaan sampah modern yang menggabungkan beberapa tahap krusial. Pemilahan Otomatis memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Pengurangan Kadar Air, Proses ini untuk meningkatkan efisiensi pengolahan. Teknologi Termal yakni Pengolahan sampah berbasis panas yang efisien.

“TPST 1 IKN dirancang untuk menampung sampah dari KIPP dan wilayah sekitarnya. Proses pengelolaan dilakukan melalui dua bangunan utama, yaitu Bangunan Pengelolaan (BP) 1 dan 2, dengan bangunan pengolahan fisika dan pengolahan termal. Dengan kapasitas desain awal tersebut, mampu mendukung hingga 2 x 30 ton sampah per hari melalui inovasi waste to energy,” ujar Harun di TPST 1 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (24/12/2025).

​Harun, Manajer PT Bina Karya untuk Operation & Maintenance (OM) TPST 1, menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan langkah awal penerapan sistem Waste to Energy (sampah menjadi energi) di Nusantara.

​”Fasilitas ini terdiri dari bangunan pengolahan fisika dan bangunan pengolahan termal. Kami mengubah paradigma lama, di mana sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber energi bagi kehidupan masyarakat,” ujar Harun.

Selain melayani kebutuhan domestik di IKN, TPST 1 diproyeksikan menjadi pilot project atau percontohan nasional untuk pengelolaan sampah modern. Dengan mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan, IKN berambisi menunjukkan bahwa kota besar dapat mengelola limbahnya secara mandiri tanpa merusak ekosistem.

“TPST 1 KIPP IKN ini turut dirancang dengan melibatkan penduduk sekitar kawasan IKN sebagai tenaga kerja sehingga memberikan dampak dan manfaat sosial. Selain itu, kami juga berharap dengan adanya fasilitas TPST ini, mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara bertahap khususnya dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ulasnya.

​Pengoperasian fasilitas ini menegaskan komitmen Otorita IKN dalam menghadirkan layanan dasar yang andal bagi para ASN dan penduduk yang akan segera menempati Nusantara. Dengan sistem yang terintegrasi, IKN selangkah lebih dekat menjadi kota hutan (forest city) yang cerdas dan berkelanjutan.

#beransurmedia #IKN #sampah #TempatPembuanganAkhir #pengelolasampah #pengolahansampah #nusantara #kalimantan beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *