Beransur, Jakarta, 3 Januari 2026 – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi mengonfirmasi keberadaan varian baru Influenza A (H3N2) subclade K di wilayah Indonesia. Varian yang populer dengan julukan “Super Flu” ini dilaporkan telah terdeteksi sejak 25 Desember 2025 melalui pemantauan rutin Balai Besar Laboratorium Kesehatan.

“Pada tanggal 25 Desember 2025, Balai Besar Laboratorium Kesehatan melaporkan telah ditemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a 1/K, atau yang dikenal dengan subclade K,” tutur Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr. Prima Yosephine.

​Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi. Data menunjukkan konsentrasi kasus tertinggi berada di wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan:
​Jawa Timur: 23 kasus
​Kalimantan Selatan: 18 kasus
​Jawa Barat: 10 kasus
​Sumatera Selatan: 5 kasus

Provinsi lainnya: Jawa Tengah (1), Sulawesi Utara (1), dan DI Yogyakarta (1).

​Profil Pasien: Anak-Anak Paling Mendominasi

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi,” imbuhnya.

​Berdasarkan data epidemiologi, mayoritas pasien adalah perempuan (64,5%). Dari sisi usia, virus ini menunjukkan tren penularan yang tinggi pada kelompok muda:
​Usia 1-10 tahun: 35,5% (Kelompok tertinggi)
​Usia 21-30 tahun: 21,0%
​Usia 11-20 tahun: 19,4%
​Lansia (>60 tahun): 8,1%

​Meskipun di masyarakat dikenal dengan istilah “Super Flu”, Plt. Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa istilah tersebut tidak ada dalam terminologi medis resmi. Julukan itu muncul semata-mata karena kecepatan penularannya yang tinggi, di mana satu orang terinfeksi dapat menularkan kepada 2 hingga 3 orang lainnya.

​”Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza a (H3N2) subclade K tidak menunjukan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam tinggi, batuk, pilek, sakit kepala, kelelahan berat, dan sakit tenggorokan.” jelas dr. Prima Yosephine.

​Subclade K merupakan mutasi terbaru dari virus H3N2 yang sudah ada selama puluhan tahun. Varian ini pertama kali diidentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini telah menyebar di lebih dari 80 negara.

Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3N2) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, bertepatan dengan masuknya musim dingin. Dikawasan Asia, subclude K telah ditemukan di sejumlah negara, antara lain China, Korea Selatan, Jepang, Singapure, dan Thailand sejak Juli 2025.

​Di Indonesia, hasil surveilans menunjukkan influenza A (H3N2) menjadi varian yang paling banyak ditemukan. Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes menghimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Vaksin influenza dinilai tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, hingga kematian akibat influenza.

​Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada bila keluar rumah gunakanlah masker saat beraktivitas di luar dan menerapkan etika batuk/bersin, atau tetap di rumah jika merasakan gejala flu untuk memutus rantai penularan.

#beransurmedia #H3N2 #flu #influenza #superflu #subcladeK #waspada #penyakit beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *