Beransur, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut ia sampaikan secara terbuka melalui akun Facebook pribadinya dengan alasan kondisi kesehatan yang menurun drastis serta rencana menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
”Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya,” tulis Nanik dalam unggahannya.
Nanik mengatakan, dirinya memilih berobat di luar negeri bukan karena tidak percaya dengan dokter Indonesia. Dia mengeklaim hanya untuk second opinion, serta direkomendasikan oleh temannya.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tuturnya.
Menurut Nanik, Presiden Prabowo Subianto akan membentuk semacam dewan pengawas untuk BGN, di mana dirinya akan menjadi ketuanya. “Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia,” tegas Nanik.
Sehari sebelum mengumumkan pengunduran dirinya, Nanik sempat mengungkapkan bahwa dirinya harus menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan. Berdasarkan diagnosis dokter, ia mengalami penyumbatan arteri jantung yang dipicu oleh tingginya kadar kolesterol serta beban stres berat.
Nanik tak menampik bahwa beban kerja memimpin Badan Gizi Nasional sangat besar. Lembaga yang dipimpinnya memegang tanggung jawab strategis dalam mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditopang oleh anggaran negara bernilai fantastis.
”Saya sampai tidak bisa tidur kalau ingat ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan,” ungkapnya menggambarkan besarnya beban moral yang ia pikul.
Ia bahkan mengoperasikan posisinya bak “berdiri di tebing jurang yang curam” demi menjaga kehati-hatian agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran. Sebagai bentuk kewaspadaan ekstra, setiap dokumen terkait MBG wajib ditandatangani bersama oleh dirinya dan dua Wakil Kepala BGN.
Selain beban tanggung jawab pengelolaan anggaran publik, Nanik mengaku sempat mendapatkan berbagai teror. Hal ini berdampak buruk pada kesehatan mentalnya, hingga ia terpaksa membuang nomor telepon yang biasa digunakannya.
Rasa cemas berlebih (paranoia) juga kerap menghampirinya saat dihadapkan pada tumpukan berkas pekerjaan.
”Kalau Sepri saya bawa tumpukan dokumen saya sudah parno duluan dan badan panas-dingin, akibatnya saya ambruk,” kenang Nanik.
Usai menyampaikan pengunduran dirinya, Nanik mengonfirmasi telah berpamitan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan meminta Nanik untuk menjabat sebagai ketuanya.
Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah krusial dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak di seluruh Indonesia.
#beransurmedia #KepalaBadanGiziNasional #BGN #NanikS.Deyang #mengundurkandiri #pengobatanjantung #PrabowoSubianto #MBG #makanbergizigratis
