Beransur, BUENOS AIRES – Kericuhan hebat pecah di pusat kota Buenos Aires, Argentina, usai kekalahan tim nasional Argentina dari Spanyol pada partai final Piala Dunia FIFA 2026. Ratusan suporter yang awalnya berkumpul di kawasan ikonik Obelisco untuk menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan, melampiaskan kekecewaan mereka hingga berujung pada aksi bentrokan dengan aparat kepolisian setempat.

Ratusan suporter memadati area sekitar Obelisco tak lama setelah peluit panjang dibunyikan. Situasi yang semula kondusif dengan cepat berubah memanas. Ketegangan memuncak sekitar pukul 23.45 ketika sejumlah penggemar memanjat pagar pelindung Monumen Obelisk setinggi 67,5 meter. Tindakan itu memicu lemparan botol kaca dan berbagai benda lain ke arah petugas.

Unit polisi huru hara segera dikerahkan, tetapi situasi cepat tak terkendali. Di tengah eskalasi, Presiden Javier Milei mengumumkan akan ada libur nasional, dengan tanggal yang akan ditentukan kemudian oleh para pemain dan pelatih tim nasional.

Untuk membubarkan massa, aparat menggunakan gas air mata, meriam air, dan peluru karet. Konfrontasi berlangsung sengit saat polisi berhadapan langsung dengan kerumunan. Polisi huru hara terlihat membentuk barikade dengan perisai dan pentungan, berupaya menahan laju kerumunan yang tak puas. Upaya meredam situasi berlangsung di sejumlah titik.

Polisi bergerak taktis dari Corrientes Avenue ke Belgrano Avenue, lalu melanjutkan pergerakan ke arah selatan kota. Langkah ini membuat massa perlahan mundur dan akhirnya membubarkan diri.

Bentrokan yang berlangsung sekitar 20 menit itu menimbulkan korban di kedua kubu. Menurut surat kabar Argentina Infobae, setidaknya 15 orang ditangkap.

Sejumlah warga sipil dan petugas turut terluka. Tujuh polisi mengalami berbagai cedera, seorang pria dilaporkan ditendang di wajah oleh seorang perusuh, dan seorang wanita memerlukan perhatian medis dengan kondisi yang belum diketahui.

Insiden juga menjalar ke lapangan selepas laga berakhir. Leandro Paredes menyerang pemain Spanyol Gavi, melayangkan pukulan hingga menjatuhkannya ke tanah, yang berujung pada kartu merah dari wasit Slavko Vincic. Manajer Scaloni juga terlihat berkonfrontasi dengan mantan bek Manchester City, Eric Garcia.

Di tengah kekacauan pascalaga, Presiden Javier Milei mengumumkan penetapan libur nasional bagi warga Argentina. Kebijakan ini disampaikan terlepas dari hasil final yang tidak memihak Argentina.

Tanggal pasti libur nasional tersebut tidak langsung diputuskan. Pemerintah menyebut penentuan waktunya akan ditetapkan kemudian oleh para pemain dan pelatih tim nasional.

Pengumuman itu hadir bersamaan dengan upaya aparat menstabilkan situasi di ibu kota pascakerusuhan yang meletus usai kekalahan 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.

#beransurmedia #suporterargentina #argentina #spanyol #PialaDuniaFIFA2026 #FIFAWorldCup2026 #BuenosAires #ricuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *