Beransur, Jakarta – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak hangat pada Selasa (26/5/2026) ketika Wakil Kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, menemui langsung puluhan massa demonstran di depan kantornya. Massa yang datang jauh-jauh dari Kabupaten Bandung dan Sumedang tersebut mengaku telah menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan Yayasan Bangun SPPG.
Modus penipuan ini memanfaatkan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Oknum yayasan tersebut mengklaim memiliki kedekatan dengan pejabat tinggi di lingkungan BGN dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) demi meyakinkan korbannya.
Mereka menjanjikan kemudahan dalam pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, setelah warga telanjur keluar modal, kejelasan program tersebut tak kunjung pasti hingga menimbulkan keresahan yang meluas.
Momen pertemuan tersebut terjadi tak lama setelah Sony Sanjaya meluncurkan aplikasi Reviu untuk pelaksanaan MBG dan selesai melakukan sesi wawancara cegat (doorstop) dengan awak media. Saat hendak meninggalkan lokasi, Sony menerima laporan adanya aksi demonstrasi di depan pagar kantor.
Alih-alih membiarkan aksi berlangsung di luar, mantan perwira tinggi Polri ini justru mengambil langkah persuasif. Ia meminta staf BGN dan petugas keamanan untuk mengizinkan massa masuk ke dalam gedung. Bahkan, pertemuan itu dilanjutkan di ruang kerjanya.
Salah satu koordinator massa, Usep Sarwat, dengan nada tinggi menyampaikan aspirasinya langsung di hadapan Sony. Ia menuntut keterbukaan informasi publik dan kejelasan pelayanan dari BGN terkait polemik yang meresahkan warga di Kabupaten Bandung dan Sumedang.
”Saya korban yayasan, salah satu yayasan. Saya mau ketemu Pak Sony saja ya. Saya perwakilan dari Kabupaten Bandung dan Sumedang. Perkenalkan nama saya Usep Sarwan,” kata Usep di hadapan awak media dan petugas.
Usep menjelaskan bahwa oknum dari Yayasan Bangun SPPG tersebut selama ini melakukan penipuan dengan modus mengatasnamakan kedekatan dengan para pejabat tinggi, baik di lingkungan BGN maupun Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Akibat klaim sepihak tersebut, banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjadi korban kerugian materi.
”Kami adalah korban dari sebuah oknum yayasan yang mengatasnamakan kenal dengan para pejabat tinggi di BGN, kenal dengan Bapak yang terhormat, kenal juga dengan Kemenhan. Sehingga kami itu korban salah satu yayasan. Ingin penjelasan dari Pak Sony sebetulnya sampai di mana, apakah yayasan tersebut ada tidak tercatat di BGN? Begitu Pak,” tutur Usep.
Usep membeberkan bahwa dirinya bahkan sudah sempat membangun fisik dapur MBG di kawasan Sukasari karena sangat percaya dengan iming-iming dan klaim kedekatan oknum yayasan tersebut dengan para pejabat negara.
Merespons aduan tersebut, Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya menegaskan dengan tegas bahwa BGN tidak pernah bekerja sama dengan kelompok, organisasi, ataupun yayasan tertentu untuk menghimpun dana atau kemitraan kolektif. Proses pendaftaran mitra di BGN dilakukan secara perorangan (ID individu) melalui portal resmi mitra.bgn.go.id.
“Dalam proses pendaftaran, BGN tidak bekerja sama dengan satu kelompok. Jadi setiap personel itu mengajukan ID-nya kepada portal mitra BGN. Jadi ID-nya itu perorangan, bukan per kelompok yayasan atau organisasi,” ujar Sony.
Saat mengetahui jumlah demonstran mencapai sekitar 20 orang, Sony kemudian mempersilakan mereka masuk ke ruangannya yang berada di lantai atas agar pembicaraan lebih terbuka dan detail.
Sony juga meminta para korban menyampaikan kronologi lengkap beserta bukti-bukti yang dimiliki.
“Kita ngobrol, Bapak sebutkan siapa pelakunya, kapan, siapa, apa, di mana, bagaimana, mengapa. Kalau seandainya ada bukti-bukti, bukti transfer, tolong kasih tahu saya,” ujar dia.
Dalam dialog tersebut, Sony memastikan BGN siap membantu menindaklanjuti laporan apabila ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.
“Kalau ada rekaman-rekaman nanti saya akan lihat ini ranah pidana sudah terpenuhi, kami akan koordinasi dengan Polres atau Polda untuk menerima laporan bapak-bapak,” kata dia.
Sony menegaskan, pihaknya ingin memastikan apakah benar ada keterlibatan oknum yang mencatut nama pejabat BGN.
“Kalau memang ada ranah pidananya betul, saya lihat maka ya sudah ini kan berarti korban tindak pidana ya dilaporkan. Saya yakin BGN tidak terlibat,” ujar dia.
Menurut Sony, kasus seperti ini harus dibuka terang-benderang agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Oleh karena itu, ini yang katanya ngaku-ngaku kenal pejabat BGN. Nah yang seperti ini harus diungkap, benar kenal atau tidak. Kalau kenal saja kan tidak apa-apa. Tapi terlibat atau tidaknya ingin saya buktikan,” ucap dia.
#beransurmedia #wakilkepalabgn #BGN #BadanGiziNasional #MBG #makanbergizigratis #SonySanjaya #Sumedang #kabupatenbandung #KementerianPertahanan #Kemenhan #mitra.bgn.go.id #UsepSarwan
