Beransur, Bekasi, 29 April 2026 – Suasana duka menyelimuti Jawa Barat menyusul tragedi kecelakaan kereta api hebat yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Insiden yang melibatkan kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) ini telah memicu respons cepat dari pemerintah provinsi.

Terutama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang turun langsung meninjau situasi dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada para keluarga korban.

“Saya menyampaikan duka, kemudian menyampaikan santunan.” Ujar nya

Dalam keterangannya, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemprov Jabar akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta bagi setiap korban yang meninggal dunia. Santunan ini diberikan kepada seluruh korban tanpa memandang domisili asal, dikarenakan lokasi kejadian berada di wilayah hukum Jawa Barat.

​”Kita memberikan santunan bagi yang meninggal itu 50 juta, warga mana pun, karena itu terjadinya (lokasinya) di Jawa Barat,” ujar Dedi.(28/04/2026).

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Rabu (29/4/2026), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan terus bertambah. Jika sebelumnya Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebutkan 14 orang meninggal dunia, laporan terkini mengonfirmasi korban meninggal dunia menjadi bertambah.

“Korban meninggal dunia bertambah, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ujar Budi dalam keterangan resminya.

Selain korban meninggal, tercatat  90 orang mengalami luka-luka. Polisi memerinci 44 orang telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, dan 46 orang lainnya masih membutuhkan perawatan intensif. Selain pendampingan medis, Polda Metro Jaya menerjunkan tim psikologis untuk memberikan trauma healing kepada keluarga korban terdampak.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengimbau masyarakat untuk menjaga empati dengan tidak menyebarluaskan dokumentasi visual para korban di media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” ujar dia.

#beransurmedia #santunan #korban #kecelakaan #keretaapi #ArgoBromoAnggrek #KRL #KAI #KombesBudiHermanto #BobbyRasyidin #DediMulyadi #KDM #KangDediMulyadi #jabar #jawabarat #pemprov #bekasitimur #kotabekasi #bekasi beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *