Beransur, Bekasi, 9 April 2026 – Pemerintah Kota Bekasi tengah melakukan langkah strategis untuk mengurai benang kusut kepadatan lalu lintas di kawasan Stasiun KAI Bekasi. Fokus utama penataan infrastruktur kali ini adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Juanda yang dirancang terintegrasi langsung dengan area stasiun KAI.

​Pembangunan JPO ini diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk menghilangkan konflik arus antara pejalan kaki dan kendaraan yang selama ini menjadi pemicu utama kemacetan di titik tersebut.

JPO ini tidak hanya mengedepankan fungsi, tetapi juga kenyamanan bagi kaum disabilitas dan lansia. Jembatan ini dikabarkan akan dilengkapi dengan fasilitas lift dan tangga yang memadai.

​“Dengan adanya JPO, masyarakat dapat menyeberang dengan lebih aman dan tertib, sehingga tidak lagi mengganggu arus kendaraan di Jalan Juanda. Pembangunannya kami targetkan selesai dalam waktu tiga bulan dan aksesnya bisa langsung masuk ke area Stasiun,” ujar Tri Adhianto.

​Proses pembangunan kini memasuki tahap krusial, yaitu pemasangan atau ereksi girder. Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Teguh Indrianto, mengonfirmasi bahwa pengerjaan tahap ini akan berlangsung selama tiga hari dengan skema rekayasa lalu lintas bertahap.

​”Pada dua malam pertama, sistem contraflow diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Pengalihan arus terutama menyasar kendaraan berdimensi besar yang melintas dari Jalan Juanda menuju Jalan Perjuangan,” jelas Teguh.

Pengalihan arus ini diutamakan bagi kendaraan berdimensi besar yang sebelumnya melewati Jalan Juanda menuju Jalan Perjuangan. Dishub Kota Bekasi juga telah menyiapkan rute alternatif lain, khususnya bagi pengendara yang menuju arah Kranji, Bekasi Barat, atau Jalan Ahmad Yani.

Bagi kendaraan dari Simpang Pemda yang hendak menuju Simpang Bulan-Bulan, jalur alternatifnya adalah melalui Jalan Kemakmuran, Jalan Veteran, Jalan M. Hasibuan, dan Jalan R.A. Kartini. Sementara itu, kendaraan dari Simpang Bulan-Bulan menuju Kranji akan diarahkan melalui Jalan K.H. Masyuro, Jalan Veteran, dan Jalan Rawa Tembaga. Khusus kendaraan berdimensi besar, rute pengalihan diarahkan melalui Jalan M. Hasibuan dan Jalan R.A. Kartini.

Setelah JPO resmi beroperasi, akses penyeberangan pejalan kaki akan sepenuhnya dialihkan ke atas, dan median jalan di sekitar area tersebut akan ditutup total guna memastikan kelancaran arus kendaraan.

Proyek JPO ini ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Keberadaan JPO diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi kemacetan di Jalan Juanda yang seringkali padat akibat aktivitas penyeberangan pejalan kaki.

#beransurmedia #JPO #JembatanPenyebranganOrang #stasiunkeretaapi #KAI #juanda #bekasi #kotabekasi #triadhianto #kemacetan #jalan #ahmadyani #dishub #dinasperhubungan #TeguhIndrianto beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *