Beransur, Jakarta, 20 Maret 2026 – Umat Muslim di Indonesia merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan waktu yang berbeda tahun ini. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026, sementara Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Lebaran jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

​Muhammadiyah Gelar Salat Id Pagi Ini,Sesuai dengan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, warga Muhammadiyah mulai melaksanakan ibadah salat Idul Fitri pada Jumat pagi (20/3).

Sejumlah pejabat turut mengikuti salat di antaranya mantan Menteri Koordinator Pembangunan Kebudayaan dan Manusia (PMK) sekaligus Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, hingga Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Pantauan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, jemaah sudah mulai memadati lokasi sejak pukul 06.30 WIB.

Polisi mengatur lalu lintas di sekitar area. Kaur Bins Ops Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Didik Eko Wahyudi mengatakan, kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjga ketertiban pelaksanaan salat.

“Lalu lintas dari arah Cut Mutia ke Tugu Tani dialihkan memutar balik ke arah Menteng,” kata Didik.

Sedangkan, lalu lintas yang mengarah dari Senen maupun dari arah Jalan Ridwan Rais yang akan mengarah ke Jalan Raya Cut Mutia dialihkan ke arah Monas maupun ke Tugu Tani.

“Kita laksanakan nanti selesai, sampai dengan selesai salat Idulfitri. Baik, sampai selesai, nanti jemaah-jemaah selesai, bubarkan diri, baru kita normalkan kembali,” kata dia.

Antusiasme yang tinggi menyebabkan halaman parkir penuh, sehingga sebagian jemaah melaksanakan salat di ruas jalan yang telah ditutup dan dijaga ketat oleh petugas keamanan serta kepolisian.

​Petugas Pelaksana Salat Id di PP Muhammadiyah:

​Imam: Ahmad Maulana Yusuf (Imam Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah).

​Khotib: Izza Rohman (Dewan Pakar Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DKI Jakarta).

​Di sisi lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan hasil Sidang Isbat yang digelar pada Kamis (19/3) malam. Pemerintah memutuskan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu.

​”Disepakati bahwa tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi persnya.

Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan kriteria dalam penentuan hilal (bulan sabit muda) antara metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dan kriteria MABIMS yang digunakan pemerintah.

Meski terdapat perbedaan hari, suasana perayaan tetap berlangsung khidmat dan tertib. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga toleransi dan ukhuwah Islamiyah di tengah perbedaan jadwal hari raya ini.

#beransurmedia #salatid #IdulFitri #lebaran2026 #IdulFitri2026 #Muhammadiyah #kantormuhammadiyah #MABIMS #AhmadMaulanaYusuf #MasjidAt-TanwirPPMuhammadiyah #IzzaRohman #DewanPakarMajelisTarjihdanTajdidPWMDKIJakarta #toleransi #beragama #umatislam #islam #agama #perayaan beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *