Beransur, Ketapang 26 September 2025 – Sebanyak 16 siswa dan seorang guru SDN 12 Banua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (23/9/2025). Para korban sempat mengalami sakit perut, mual, hingga muntah, sehingga harus dilarikan ke RSUD dr Agoesdjam, Ketapang.

Kepala Sekolah SDN 12 Banua Kayong, Dewi Hardina Febriani, mengatakan keluhan awal dialami oleh beberapa siswa, namun jumlahnya terus bertambah. “Karena kondisinya ramai, akhirnya anak-anak dibawa ke puskesmas lalu dirujuk ke rumah sakit atas arahan medis,” ujarnya.

Menu MBG hari itu terdiri dari ikan hiu filet, oseng sayur, tahu goreng, jeruk, dan nasi putih. Dugaan sementara, ikan hiu menjadi penyebab utama karena berpotensi mengandung merkuri. Namun, faktor higienitas makanan juga masih ditelusuri.

Orang tua murid mengaku cemas. Suryani (36) menuturkan anaknya tetap keracunan meski hanya memakan sayur. Burhanudin (45) bahkan meminta program MBG dievaluasi. “Lebih baik orang tua yang menyiapkan makanan anak. Setidaknya kita tahu kebersihannya,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menemukan sejumlah pelanggaran. Dapur Mitra Mandiri MBG Yayasan Adinda Karunia Ilahi yang memasok makanan tidak memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, maupun sertifikat halal. Operasional dapur pun dihentikan sementara.

Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi, mengakui kelalaian pihaknya. “Soal ikan hiu, itu murni kesalahan tim kami. Seharusnya menu yang diberikan sesuai selera anak, bukan bahan yang berisiko,” jelasnya.

”Saya sempat marah ke ahli gizi. Dia sudah meminta maaf dan mengakui keteledorannya,” ujarnya.

Meski kondisi siswa kini beransur membaik, sebagian orang tua tetap khawatir karena beberapa anak kembali mengeluh setelah dipulangkan. Warga berharap kasus ini diusut tuntas dan program MBG diperbaiki agar tidak menimbulkan korban lagi.

#beransur #MBG #kalbar #kalimantan #ketapang #banuakayong #gizi #keracunan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *