Teori Abraham maslow tentang motivasi manusia dapat diterapkan pada seluruh aspek kehidupan pribasdi serta kehidupan sosial. Pengandaian – pengandaian berikut ini di anggap nya perlu bagi sebuah teori tentang motivasi yang sehat;

Individu merupakan keseluruhan yang padu dan teratur. “adalah aneh, tidak lazim” katanya. “bahwa suatu Tindakan atau sesuatu keinginan sadar hanya memiliki satu motivasi.’ Dengan kata lain, seluruh pribadinyalah yang digerakan oleh motivasi, bukan hanya Sebagian dari orangnya. Jika seseorang merasakan lapar maka yang lapar adalah seluruh dirinya; dialah yang menginginkan makanan, buka hanya perutnya.

Sebagai besar Hasrat dan dorongan pada seseorang adalah saling berhubungan. Hal ini tidak berlaku untuk kebutuhan – kebutuhan tententu yang bersifat fundamental seperti rasa lapar, namun jelas berlaku untuk jenis – jenis kebutuhan yang lebih kompleks seperti cinta.

Sebagai besar penelitian sebelumnya mengadaikan bahwa kebutuhan – kebutuhan dapat diisolasi dan diteliti satu persatu, dipandangan dari segi cara dan tujuan penelitian itu dilakukan. Pemahaman yang tuntas mengenai motivasi menuntut tekanan perhatian pada hasil atau tujuan fundamentalnya sendiri, bukan pada cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Jika ditilik dari suatu landasan yang luas dan bersifat lintas budaya, akan tampaknya bahwa tujuan – tujuan jauh lebih universal dibandingkan berbagai metode yang digunakan untuk mencapai tujuan – tujuan itu. Artinya, meski metode yang digunakan sangat berlainan dari bangsa ke bangsa dan dari kebudayaaan yang satu ke kebudayaan lainnya, namun tujuan – tujuan akhirnya rupa – rupanya sama juga.

Manusia dimotivasikan oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies, tidak berubah dan berasal dari sumber genetis atau naluriah. Ini merupakan konsep fundamental unik dari pendirian teoretis maslow. Kebutuhan – kebutuhan itu juga bersifat psikologi, bukan semata – mata fisiologis.

Suatu sifat dalam dipandang sebagai kebutuhan dasar jika memenuhi syarat – syarat berikut ini :

  1. Ketidak hadirannya menimbulkan penyakit.
  2. Kehadirannya mencegah timbulnya penyakit.
  3. Pemulihannya menyembuhkan penyakit.
  4. Dalam situasi – situasi tententu yang sangat kompleks dan Dimana orang bebas memilih, orang yang sedang berkekurangan tenyata mengutamakan kebutuhan itu dibandingkan jenis – jenis kepuasan lain-nya.
  5. Kebutuhan itu tidak aktif, lemah atau secara fungsional tidak terdapat pada orang yang sehat.

Yang paling dasar, paling kuat dan paling jelas dari diantara kebutuhan manusia adalah kebutuhannya untuk mempertahankan hidupannya secara fisik,yaitu kebutuhannya akan makanan, minuman, tempat berteduh, seks, tidur dan oksigen.

Seseorang yang mengalami kekurangan makanan, harga diri dan cinta pertama – tama akan memburu makanan terlebih dahulu. Ia akan mengabaikan atau menekan dulu semua kebutuhan lain sampai kebutuhan fisiologisnya itu terpuaskan.

Referensi : Buku “ Psikologi Humanistik Abraham Maslow” Mazhab Ketiga “Frank G. Goble”

By A P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *