Beransur, Depok, 17 Februari 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia perlu melakukan lompatan besar dalam angka pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, target pertumbuhan di level 7% hingga 8% bukan lagi sekadar ambisi, melainkan kebutuhan mendesak agar Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).

​Dalam orasi ilmiahnya di acara Wisuda Universitas Indonesia (UI), Sabtu (16/2), Purbaya menyoroti bahwa capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di angka 5% selama satu dekade terakhir belum mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan di tanah air.
​
​Purbaya menjelaskan bahwa angka 5% sering kali dianggap sebagai batas maksimal oleh sebagian kalangan. Namun, realitanya angka tersebut tidak cukup untuk mengimbangi lonjakan angkatan kerja baru setiap tahunnya.

​”Indonesia sudah lama tumbuh di kisaran 5%. Itu kelihatannya bagus, sebagian orang bilang itu sudah maksimal. Padahal menurut saya kita paling tidak harus tumbuh 6,7% menuju 7% untuk menyerap tenaga kerja baru yang memasuki usia kerja,” ujar Purbaya.

​Menkeu menekankan bahwa untuk menjadi negara maju, pertumbuhan agresif adalah harga mati. Ia menilai pertumbuhan 8% sebenarnya merupakan standar minimal jika Indonesia ingin melakukan akselerasi dalam jangka panjang.

​Purbaya merujuk pada sejarah ekonomi dunia, di mana negara-negara raksasa saat ini berhasil melakukan lompatan status karena mampu mempertahankan pertumbuhan tinggi (bahkan dua digit) selama lebih dari sepuluh tahun pada fase awal pembangunan mereka.

​Beberapa negara yang dijadikan referensi antara lain:
​Asia: Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan China.
​Barat: Amerika Serikat dan Jerman.
​
​Akselerasi pertumbuhan tinggi dalam periode yang panjang dianggap sebagai “kunci rahasia” untuk bertransformasi menjadi negara maju. Tanpa pertumbuhan di atas 6-7%, Indonesia berisiko terjebak dalam pertumbuhan yang stagnan sementara beban demografi terus meningkat.

​”Pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa akselerasi pertumbuhan tinggi dalam periode panjang menjadi kunci lompatan menuju negara maju,” pungkasnya di hadapan para wisudawan.
​
Pernyataan Menkeu ini memberikan sinyal bahwa pemerintah akan mulai mengalihkan fokus dari sekadar menjaga stabilitas (preservasi) menuju strategi ekspansi ekonomi yang lebih berani.

#beransurmedia #tenagakerja #purbaya #kemenkeu #menterikeuangan #pertumbuhan #kerja #pegawai #karyawan beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *