Beransur, ​Kalimantan – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan terus digencarkan. Meski dihadapkan pada dua kendala utama yakni sulitnya akses menuju lokasi titik api dan terbatasnya sumber air di musim kemarau petugas di lapangan tetap bersiaga dan melakukan pemadaman hingga malam hari.

​Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan, Yudo Shekti Mutiko, menyampaikan bahwa jajaran Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus berupaya maksimal menembus area terdampak. Menurutnya, tantangan aksesibilitas menjadi salah satu hambatan terbesar karena tidak semua titik lokasi kebakaran dapat dijangkau dengan mudah.

​“Tantangan yang utama itu aksesibilitasnya luar biasa. Tidak semua bisa kita jangkau. Tapi biarpun sulit-sulitnya dijangkau, kita tetap berupaya. Mau lewat air kita kerjain juga,” kata Yudo, Minggu (11/9/2026). Ia juga menambahkan bahwa pemadaman dari udara tidak selalu bisa diandalkan karena sangat bergantung pada kondisi medan dan cuaca di lapangan.

​Selain masalah akses, ketersediaan sumber air yang menipis akibat musim kemarau turut memperberat proses pemadaman. Guna mengatasi persoalan ini, Manggala Agni sejak awal telah mengantisipasinya dengan membuat sumur bor sebagai sumber air alternatif di wilayah yang terisolasi.

Langkah penyediaan air ini kini mulai direplikasi dan dibantu oleh pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan, serta unsur TNI dan Polri.
​
​Sesuai arahan dan penugasan dari Menteri Kehutanan, strategi pemadaman karhutla juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA).

​“Pemadaman terus dilakukan. Apalagi Pak Menteri kan juga menugaskan kami untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan juga melibatkan masyarakat itu di kegiatan-kegiatan pemadaman,” jelas Yudo.

​Yudo menegaskan bahwa berbagai hambatan di lapangan tidak menyurutkan semangat para petugas. Pemadaman darat terus diupayakan secara intensif tanpa mengenal waktu demi mengendalikan sebaran api.

​“Kesulitan ada, tapi bukan berarti kita nggak berupaya ya, kita tetap lakukan terus. Terus teman-teman juga kayak jangankan siang, malam juga dikerjakan,” pungkasnya.

#beransurmedia #pemadamankebakaranhutandanlahan #karhutla #Kalimantan #MasyarakatPeduliApi #MPA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *