​Beransur, Bekasi, 11 Maret 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi menjadi momentum krusial bagi jajaran Pemerintah Kota Bekasi untuk melakukan refleksi mendalam. Dalam seremoni yang berlangsung khidmat di Alun-Alun Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menekankan bahwa paradigma pembangunan kota kini telah bergeser. masyarakat bukan lagi sekadar penonton, melainkan motor penggerak utama.

Dalam sambutannya, Tri Adhianto mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih kota patriot ini selama hampir tiga dekade. Namun, ia juga memberikan catatan realistis bahwa perjalanan menuju kota yang berkelanjutan masih panjang. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri rangkaian perayaan HUT Kota Bekasi di Alun-Alun Kota Bekasi.

“Tentu sudah banyak capaian yang diraih dan bisa kita persembahkan, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Tri di hadapan para peserta upacara dan tamu undangan.

​Tri menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan aksi nyata masyarakat adalah kunci keberhasilan. Ia mengajak seluruh elemen warga untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

​Menurutnya, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pemantik semangat, namun eksekusi perubahan yang sesungguhnya berada di tangan warga.

“Ini hanya bisa dilakukan apabila masyarakatnya bersatu, mau bergotong royong, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Pemerintah tentu hanya menggelorakan semangatnya, tetapi masyarakatlah yang bergerak bersama,” jelas dia.

​Salah satu poin utama yang disoroti dalam peringatan tahun ini adalah efektivitas program pemberdayaan masyarakat, khususnya skema Lingkungan RW Keren (Lingkar Keren). Melalui program bantuan Rp100 juta per RW, masyarakat didorong untuk mandiri dalam mengelola pembangunan di wilayah masing-masing.

“RW hari ini menjadi garda terdepan. Mereka menjadi kekuatan inti dalam proses pembangunan. Masyarakat tidak lagi hanya sebagai penonton, tetapi sudah menjadi subjek sekaligus objek dari proses pembangunan itu sendiri,” tegas Tri.

​Lebih lanjut, Wali Kota berharap proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ke depannya harus lebih tajam dan substansial. Musrenbang diharapkan benar-benar menjadi wadah aspirasi yang konkret untuk merancang program pembangunan tahun berikutnya, bukan sekadar rutinitas birokrasi.

​Dengan kolaborasi solid ini, Pemkot Bekasi optimistis target-target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat tercapai sepenuhnya dalam lima tahun ke depan, demi mewujudkan Kota Bekasi yang lebih maju dan sejahtera.

#beransurmedia #HUTke-29 #Kotabekasi #bekasi #pemkotbekasi #triadhianto #musrenbang #RencanaPembangunanJangkaMenengahDaerah #RPJMD #rw #rt #triadhianto #walikotabekasi #ulangtahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *