Beransur, Bekasi, 26 Februari 2026 – Pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan suci Ramadan 2026 kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Alih-alih memberikan asupan nutrisi yang optimal bagi siswa, program ini justru memanen gelombang keluhan dari orang tua murid hingga pihak sekolah di berbagai daerah, khususnya di wilayah Bekasi Barat.
Saat penerima manfaat menjalankan ibadah puasa Ramadan, menu MBG berganti menjadi makanan kering yang bisa dimakan saat berbuka.
Namun, sejak hari pertama sekolah di bulan Ramadan, berbagai unggahan viral di media sosial tentang keluhan pada menu MBG yang dibagikan.
Kekecewaan warga memuncak pada Rabu (25/2/2026), ketika sejumlah ibu-ibu mendatangi kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bekasi Barat.
Dalam video tersebut, para orang tua memprotes kualitas menu yang dianggap tidak memenuhi standar gizi yang dijanjikan. Berdasarkan rekaman yang beredar, menu yang diterima anak-anak sekolah tersebut hanya berupa: Satu buah roti manis, Satu buah pisang, Satu bungkus makanan kecil di dalam plastik
“Nih ya MBG di Bekasi Barat. Tiap hari MBG-nya nggak pernah bener, begini mulu,” ucap perekam, dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @liputanwargacibitung pada Rabu, 25 Februari 2026.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyatakan bahwa program MBG akan tetap berjalan selama Ramadan dengan penyesuaian teknis. Karena penerima manfaat sedang menjalankan ibadah puasa, menu yang biasanya berupa makanan berat (nasi dan lauk-pauk) diganti menjadi makanan kering yang dimaksudkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Namun, realita di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda. Banyak guru dan pihak sekolah yang turut menyuarakan keprihatinan mereka di media sosial.
Mereka mengunggah video yang memperlihatkan paket MBG yang dinilai terlalu sederhana, hanya berisi susu kotak, kacang-kacangan, atau buah-buahan tipis.
Isu kesehatan menjadi kekhawatiran utama ketika beberapa sekolah melaporkan temuan roti berjamur dalam paket yang dikirimkan. Demi keselamatan siswa, sejumlah sekolah secara tegas mengambil langkah untuk menolak distribusi makanan tersebut.
Meski ramai-ramai datang kantor SPPG, disebutkan tidak ada pengelola yang menemui massa tersebut.
“Itu emak-emak banyak yang komplain, pengelolanya nggak ada. Kita didiemin mulu nih kalau komplain. Nggak bener ini soalnya tiap hari,” lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Bekasi Barat maupun Badan Gizi Nasional belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden penggerudukan kantor maupun kualitas menu yang dianggap buruk oleh masyarakat.
Publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap vendor penyedia makanan agar tujuan mulia dari program Makan Bergizi Gratis ini tidak tercederai oleh buruknya eksekusi di lapangan.
#beransurmedia #MBG #makangratisbergizi #gizi #anak #generasimuda #SPPG #jawabarat #jabar #bekasibarat #kotabekasi #bekasi #komplain beransur.com
