Beransur, Majalengka, 12 Februari 2026 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membawa angin segar bagi pembangunan pedesaan di wilayahnya. Tidak lagi sekadar berkutat pada isu pelestarian hutan dan ketahanan sumber air, Dedi kini mengalihkan fokus pada transformasi besar-besaran Sumber Daya Manusia (SDM) di pelosok desa pegunungan.

​Dalam pidatonya di peringatan Hari Jadi Majalengka, Rabu (11/2/2026), Dedi menegaskan bahwa beton dan aspal (infrastruktur) tidak akan cukup untuk menyejahterakan warga jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas generasi mudanya.

​Dedi memperkenalkan strategi baru yang ia sebut sebagai strategi “Membangun dari Gunung ke Kota”. Inti dari konsep ini adalah memperkuat wilayah hulu, tidak hanya secara ekologis, tetapi juga secara ekonomi dan kapasitas intelektual penduduknya.

​“Anak-anaknya harus belajar bahasa Inggris dengan baik, belajar tata boga, belajar fashion, belajar tata kelola,” tegas Dedi. Menurutnya, keterampilan global ini adalah kunci agar pemuda desa bisa bersaing di era pariwisata internasional tanpa harus merantau ke kota besar.

​Potensi desa-desa di kawasan gunung dan daerah aliran sungai (DAS) dinilai sangat besar untuk menjadi destinasi wisata lingkungan (ekowisata). Namun, Dedi menginginkan pembangunan yang tetap berpijak pada akar budaya lokal. Ia mendorong pembangunan pemukiman yang mengedepankan estetika arsitektur bambu. Penggunaan rumah panggung yang adaptif terhadap alam. Penginapan yang menawarkan pengalaman hidup di pedesaan tanpa merusak ekosistem sekitar.

​Tujuan akhir dari langkah ambisius ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa. Dedi berharap, dengan adanya destinasi wisata dan ekonomi kreatif yang dikelola dengan standar global, warga desa tidak perlu lagi meninggalkan kampung halaman untuk mencari nafkah.

​”Warga desa tetap tinggal di kampung halamannya, tapi punya penghasilan layak dari sektor wisata dan ekonomi kreatif.”

​Dengan memastikan hulu yang kuat dan generasi muda yang cerdas, Jawa Barat sedang mempersiapkan desa-desa pegunungannya untuk menjadi magnet wisata baru yang mendunia, sekaligus menjaga identitas budaya Sunda yang tetap lestari di tengah arus modernisasi.

#beransurmedia #jawabarat #jabar #modernisasi #desa #ekonomi #kreatif #daerahaliransungai #DAS #majalengka #dedimulyadi #KDM #kangdedimulyadi #wisata #lingkungan #kampunghalaman beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *