Beransur, Lampung Utara, 13 Januari 2026 – Jagat media sosial dihebohkan dengan video kemarahan seorang guru di SD Negeri 3 Sinar Sari, Kabupaten Lampung Utara, terkait kondisi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi. Insiden ini berujung pada keracunan massal yang menimpa belasan siswa di sekolah tersebut pada Senin (12/1/2026).
Dalam video yang beredar luas, guru bernama Ida Yuliana menunjukkan paket makanan yang berisi tempe busuk dan buah anggur yang sudah tidak segar. Dengan nada bicara yang tinggi dan penuh kekecewaan, Ida meluapkan amarahnya kepada penyedia jasa Dapur MBG.
”Nah hari ini, apa tanggapan kamu orang ngasih tempe-tempe busuk, ngasih anggur busuk? Ini bukan binatang bukan, ini anak sekolah. Kalau murid kami keracunan apa kamu mau tanggung jawab? Tolong temuin saya sama yang punya MBG. Ya! ini penghinaan buat kami” tegas Ida dalam rekaman tersebut.
Ida mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan kali pertama. Sebelumnya, pihak sekolah sering menerima buah-buahan dalam kondisi serupa, seperti jeruk dan salak yang sudah busuk. Ia pun mempertanyakan profesionalisme pekerja di dapur pengelola MBG.
“Udah kebiasaan! Kadang jeruk busuk, kadang salak busuk. Ini anggur makanan hewan! Makan sama kamu orang! Makannya cari pekerjaan itu yang betul – betul profesional. Kalau memang gak bisa bekerja, ganti pekerja! Jangan masukin barang busuk kayak gini! ini bukan makanan manusia! Saya minta tolong pertanggungjawaban kamu orang yang punya Dapur MBG. Temui saya. Terima kasih,” tegasnya.
Kecewa dengan pengawasan yang lemah, Ida Yuliana mengancam akan membawa masalah ini langsung ke tingkat pusat. Ia menegaskan akan melaporkan temuan ini kepada Presiden Prabowo Subianto dan pihak Paspampres.
“Dana anggaran ini dari pemerintah, dari Bapak Presiden Prabowo. Ini saya lanjutin sampai ke beliau. Jangan dikira saya enggak bisa sampai sama dia,” tuturnya.
“Ini saya tembusin langsung ke Pak Pampres tolong, Pak Mardianto yang terhormat. Memang kamu sudah jadi pendamping Pak Pampres, jadi Pak Pampres disana Mardianto. Saya minta tolong sama kamu sampaikan sama Bapak Presiden Prabowo dari Lampung Utara, SD Negri 3 Sinarsari.” sambung ida
Dampak dari buruknya kualitas makanan tersebut nyata. Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengonfirmasi bahwa sebanyak 11 siswa SDN 3 Sinar Sari mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi paket tersebut.
”Jadi pagi tadi Polres Lampung Utara mendapatkan laporan adanya dugaan keracunan yang di alami siswa-siswi SDN 3 Sindang Sari, Total ada 11 siswa yang mengalami gejala tersebut,” jelas Kombes Yuni.
Yuni menjelaskan efek yang dialami sebelas siswa-siswi tersebut mulai dari mual hingga muntah-muntah.
“Ya mual, pusing hingga muntah-muntah dengan wajah sudah pucat. Namun alhamdulilah mereka sudah kembali ke rumah usai menjalani perawatan dirumah sakit,” jelasnya.
Beruntung, setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat, seluruh siswa dinyatakan stabil dan telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Pihak Polres Lampung Utara kini tengah mendalami laporan dugaan keracunan ini.
Selain masalah kualitas makanan, Ida juga menyoroti ketidakkonsistenan operasional Dapur MBG. Ia menyebutkan bahwa selama tiga minggu terakhir, dapur tersebut sempat berhenti beroperasi dengan alasan anggaran dari pusat belum cair. Ida meminta pihak berwenang melakukan konfirmasi atas klaim tersebut agar tidak ada simpang siur mengenai penyaluran dana negara.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Ida menuntut agar pengelola dapur segera menemuinya untuk memberikan pertanggungjawaban langsung atas ancaman kesehatan yang menimpa anak didiknya.
#beransurmedia #LampungUtara #MBG #makanbergizigratis #makan #gizi #anak #anak-anak #presidenRI #prabowosubianto #busuk #basi #SDNegeri3SinarSari #KombesYuni #Mardianto
