Beransur, Kota Bekasi, 2 April 2026 – Insiden kebakaran besar melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita di kawasan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi. Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (1/4/2026) ini mengakibatkan 17 orang mengalami luka bakar serius dan kerusakan materiil yang cukup besar bagi warga sekitar.
“Sampai dengan saat ini ada 17 orang yang dilakukan perawatan,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro usai meninjau TKP.
Api pertama kali dilaporkan muncul pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 21.08 WIB. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh adanya kebocoran gas dari tabung utama saat sedang dilakukan proses pengisian tabung. Upaya pemadaman berlangsung selama berjam-jam hingga akhirnya api berhasil dijinakkan oleh tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.45 WIB.
Sebelumnya Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, mengonfirmasi bahwa terdapat 15 orang korban luka, yang terdiri dari warga sekitar dan petugas keamanan (sekuriti).
”Data sementara korbannya 15 orang. Beberapa korban dilaporkan mengalami luka bakar hingga 90 persen,” ujar Maka Nachrowi di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026).
Para korban saat ini telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, di antaranya: RS Permata: 2 orang (dirawat di ICU dan UGD). Unimedika Setu: 1 pasien dengan kondisi luka bakar mencapai 92%. Kartika Husada: 2 orang (masing-masing mengalami luka bakar 90% dan 40%). RSUD CAM: Sejumlah pasien lainnya.
Meski banyak korban luka parah, pihak berwenang memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa (meninggal dunia).
Kusumo mengaku sudah menjenguk sejumlah korban yang saat ini dirawat di rumah sakit. Menurutnya, masih ada satu orang yang kondisinya masih kritis.
“Kami tadi sudah menengok beberapa, tapi harapannya nanti juga mudah-mudahan bisa segera pulih. Tapi memang ada satu yang kondisinya cukup kritis,” kata dia.
Plt Kadis Damkar Kota Bekasi, Heryanto, menyebutkan bahwa kobaran api tidak hanya melalap area SPBE, tetapi juga merembet ke pemukiman warga. Tercatat sebanyak 19 bangunan hangus terbakar, dengan rincian: 15 rumah tinggal di RT 02 RW 03. 4 rumah tinggal di RT 01 RW 03. 2 kios di RT 01 RW 03.
Warga yang rumahnya rusak kini terpaksa mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat mereka di wilayah lain yang lebih aman.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. Selain itu, pihak kecamatan juga telah menyiagakan posko pengaduan untuk melayani warga yang terdampak, baik secara fisik maupun materiil.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini.
”Penyebab insiden akan segera diinvestigasi bersama dengan aparat berwenang. Kami fokus pada penanganan kebakaran dan keselamatan masyarakat serta pekerja,” ungkap perwakilan Pertamina.
Pihak Pertamina juga memberikan jaminan bahwa pasokan LPG kepada masyarakat tidak akan terganggu akibat insiden di SPBE Cimuning ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi kejadian demi keamanan bersama.
#beransurmedia #korbanlukabakar #korban #lukabakar #SPBE #StasiunPengisianBulkElpiji #PTIndogasAndalanKita #pemkot #bekasi #kotabekasi #CamatMustikaJaya #MakaNachrowi #KapolresMetroBekasiKota #KombesKusumoWahyuBintoro #pertamina #pertaminajawabarat #jawabarat #jabar beransur.com
