Beransur, Kabupaten Bekasi 9 Oktober 2025 – Kondisi lingkungan di Kampung Babelan RT023/03, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi sorotan serius setelah tumpukan sampah domestik secara masif menutupi aliran Kali Kopeng.
Tumpukan sampah dari limbah rumah tangga yang menumpuk dan bercampur dengan tumbuhan liar, seperti enceng gondok, telah menyebabkan pendangkalan dan penyempitan parah pada Kali Kopeng.
Kondisi ini dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tak sedap serta mengancam potensi banjir yang lebih besar saat intensitas hujan tinggi, mengingat aliran air menjadi terhambat total.
​Meskipun petugas dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Persampahan Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi telah berulang kali melakukan pembersihan massal, bahkan mengerahkan puluhan pesapon (petugas kebersihan) dan truk pengangkut sampah, upaya ini dinilai kurang optimal oleh warga.
Hal ini disebabkan keterbatasan alat yang digunakan, di mana pengangkatan sampah seringkali hanya menggunakan alat seadanya, serta masalah krusial: kesadaran masyarakat yang rendah.
” Pada seluruh masyarakat yang tentunya berada di kecamatan Babelan, mari sama – sama kita jaga lingkungan jangan buang sampah sembarang. Terutama disungai atau dikali, karena bisa mencemari lingkungan dan berdampak pada diri kita sendiri.” Ujar Syarifudin Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

​Masalah penumpukan sampah di Kali Kopeng memerlukan solusi komprehensif, melibatkan aspek infrastruktur, penegakan hukum, dan edukasi berkelanjutan.
Pemerintah daerah harus segera mengalokasikan anggaran untuk pengerukan (normalisasi) total Kali Kopeng untuk menghilangkan sedimen dan tumpukan sampah yang masif. Pengerukan perlu didukung alat berat yang memadai agar proses pembersihan lebih efektif dan cepat.
Sediakan bak/kontainer sampah komunal di titik-titik strategis yang mudah diakses dan jauh dari bibir kali, serta memastikan jadwal pengangkutan sampah reguler oleh DLH/pihak terkait.
Pasang portal atau penghalang fisik di area-area rawan pembuangan sampah ilegal (terutama yang bisa diakses mobil bak), dan dirikan pagar pembatas di sepanjang bantaran kali yang sering dijadikan lokasi pembuangan.
Warga dihimbau tidak lagi melakukan kebiasaan buruk yakni membuang sampah di kali atau sungai. Karena bisa tercemar masyarakat disekitar alirannya juga akan berdampak.
#beransur #kalikopeng #kali #sungai #aliranair #babelan #kabupatenbekasi #bupati #adekunang #sungai #buruk #tercemar #sampah
