Beransur, Limapuluh Kota, 12 Januari 2026 – Tim ahli dari Badan Geologi Bandung, di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mulai melakukan pengkajian intensif terhadap fenomena lubang tanah atau sinkhole yang muncul secara mendadak di Jorong Tepi Nagari, Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.
Hingga saat ini, tim ahli belum dapat memberikan simpulan akhir mengenai penyebab pasti munculnya lubang tersebut. Keberadaan sinkhole ini menarik perhatian warga karena karakteristiknya yang unik, yakni terus mengeluarkan debit air yang besar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lubang yang berada di area persawahan tersebut tampak aktif mengalirkan air. Untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat banjir di lahan pertanian sekitarnya, warga secara swadaya mengalirkan luapan air ke selokan yang telah disiapkan.
Tidak hanya melakukan langkah mitigasi, warga setempat juga memanfaatkan fenomena ini dengan memasang pipa sederhana. Air yang keluar dari sinkhole tersebut kini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan keperluan rumah tangga sehari-hari bagi masyarakat sekitar.
Vasko mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Badan Geologi dan instansi terkait telah melakukan pemantauan serta kajian lanjutan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Wagub berharap penjelasan tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat sekitar agar tidak keliru memanfaatkan air dari lokasi sinkhole. Pada kesempatan itu, ia menekankan fenomena ini murni proses alam, dan tidak berkaitan dengan hal-hal mistis maupun klaim dapat penyembuhan penyakit.
“Tidak ada air ini (air sinkhole) untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada,” ujarnya.
Anggota tim Badan Geologi, Ria Nur dan Taufik Wirabuana, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini masih dalam tahap pengkajian awal. Fokus utama tim adalah mengumpulkan data lapangan guna memahami karakteristik tanah di wilayah tersebut.
”Penelitian ini masih bersifat awal. Kami baru mengambil beberapa sampel tanah dan air, serta melakukan pengamatan visual terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian,” ujar perwakilan tim tersebut.
Tim menekankan bahwa diperlukan kajian lebih mendalam termasuk kemungkinan penggunaan alat geofisika untuk memastikan jenis struktur bawah tanah dan faktor pemicu utama fenomena ini.
Dari hasil perhitungan cepat, Vasko menjelaskan kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri E-coli menjadi faktor utama yang membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa proses pengolahan terlebih dahulu.
Kajian lebih mendalam juga masih terus dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi. Hasil kajian komprehensif nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis yang diserahkan kepada Bupati Limapuluh Kota untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait pemanfaatan dan pengamanan kawasan.
Badan Geologi menegaskan bahwa meskipun mengkhawatirkan bagi warga setempat, fenomena sinkhole bukanlah kejadian langka di Indonesia. Hal ini kerap terjadi di wilayah-wilayah yang memiliki kondisi geologi tertentu, seperti daerah dengan batuan kapur (karst) yang mudah larut oleh air bawah tanah.
Hasil dari pengkajian awal ini nantinya akan diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Laporan tersebut akan menjadi dokumen penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk status keamanan lahan di sekitar lokasi bagi pemukiman dan aktivitas pertanian.
#beransurmedia #KementerianEnergidanSumberDayaMineral #ESDM #sinkhole #JorongTepiNagari #SitujuahBatua #KabupatenLimaPuluhKota #SumatraBarat #pemprov #vasko #sumbar #Geologi #KabupatenLimapuluhKota #E-coli #bakteri
