​Beransur, Jakarta, 5 Maret – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat untuk mengunggah atau memviralkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial. Langkah ini justru dinilai sebagai bentuk transparansi dan dukungan terhadap pengawasan publik.

​Dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026), Nanik menyatakan bahwa pihaknya merasa terbantu dengan adanya laporan dari masyarakat melalui platform digital. Namun, ia menekankan satu syarat penting, detail lokasi harus jelas.

“Kami sangat berharap dan terbantu jika masyarakat meng-upload menu, tapi tolong sebutkan sekolahnya dimana, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) desa mana, Kecamatan, hingga Kabupatennya,” Ujar Nanik.

​Untuk memastikan pengawasan yang efektif, Nanik memberikan beberapa poin panduan bagi masyarakat yang ingin membagikan informasi detail tersebut agar tim BGN dapat langsung menindaklanjuti temuan dilapangan pada hari yang sama. Nanik juga menjamin bahwa pengunggah tidak perlu khawatir akan konsekuensi hukum atau intimidasi, selama informasi yang dibagikan berbasis fakta dan bukan hoaks.
​​
​​Langkah proaktif dari Badan Gizi Nasional ini muncul menyusul banyaknya keluhan dari orang tua siswa yang beredar di media sosial belakangan ini. Beberapa unggahan menyoroti menu MBG selama bulan Ramadan yang dianggap kurang layak dan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang dialokasikan.

​”Keterbukaan informasi mengenai menu MBG justru menjadi bagian dari upaya pengawasan publik agar program pemerintah ini berjalan sesuai standar gizi dan kualitas yang telah ditetapkan,” ujar Nanik S. Deyang.

Saat ini BGN hanya memiliki sekitar 70 pengawas internal, sementara jumlah dapur (SPPG) terus bertambah hinggs mencapai target 30.000 unit (saat ini sudah 24.000 unit). dengan mencantumkan lokasi dapur dan sekolah, BGN berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan secara instan, Masyarakat diimbau tidak mengunggah video lama atau video tahun lalu untuk menghindari disinformasi.

​Dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat melalui media sosial, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya guna memberikan dampak kesehatan maksimal bagi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas gizi yang diberikan kepada siswa serta memastikan anggaran negara tersalurkan dengan tepat sasaran melalui pengawasan kolektif masyarakat

#beransurmedia #MBG #SPPG #BGN #programgizinasional #perogramgizi #gizi #anak #remaja #indonesia #siswa-siswi #pelajar #sekolah beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *