Beransur, Jakarta, 16 Januari 2026 – Kawasan perairan Muara Baru, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan akibat tumpukan sampah rumah tangga yang masif pada Jumat (16/1/2026). Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta segera mengerahkan ratusan personel untuk melakukan pembersihan intensif guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.

Menurut pengakuan warga setempat, sampah tersebut sudah menumpuk selama lima bulan. Kondisi ini membuat lingkungan sekitar menjadi kumuh. Diperparah dengan semakin banyaknya nyamuk dan lalat.

Warga menegaskan bahwa tumpukan limbah tersebut bukan berasal dari pembuangan warga setempat, melainkan kiriman yang terbawa arus.

Ketidakpastian penanganan selama berbulan-bulan membuat warga mendesak pemerintah dan unsur terkait untuk segera melakukan pengangkutan. Mereka berharap ada tindakan nyata agar tumpukan sampah tidak semakin meluas dan menutup akses perairan.

“Ini bukan sampah warga sini, kami berharap pemerintah segera mengatasi agar tidak terus penuh dari ujung ke ujung,” ujar salah satu warga Muara Baru Siti Hafidah

Berdasarkan investigasi awal di lapangan, tumpukan sampah ini diduga kuat bukan berasal dari aliran sungai semata, melainkan bersumber dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang menjamur di sekitar area tersebut.

​”Kami menduga ada aktivitas pembuangan sampah secara ilegal di wilayah daratan sekitar Muara Baru yang kemudian meluap atau sengaja dibuang ke laut saat air pasang,” ujar perwakilan DLH di lokasi.

Kondisi sampah yang padat sempat menyulitkan proses evakuasi karena mengikuti arus air laut dan menempel di sela-sela bangunan serta dermaga. ​Diduga Berasal dari TPS Ilegal

​Sebanyak 120 personel DLH DKI Jakarta diterjunkan langsung ke lokasi untuk mengangkut sampah yang mengapung di permukaan air laut. Petugas menggunakan berbagai alat bantu, mulai dari jaring manual hingga kapal pengangkut sampah, untuk mengevakuasi limbah yang didominasi oleh plastik, sterofoam, dan limbah rumah tangga lainnya.

​Keberadaan sampah ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam ekosistem laut serta mengganggu alur lalu lintas kapal nelayan di kawasan Pelabuhan Muara Baru. Bau tidak sedap yang ditimbulkan juga mulai dikeluhkan oleh warga dan pekerja di sekitar lokasi.

​Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk berhenti membuang sampah ke laut dan akan memperketat pengawasan terhadap titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi pembuangan sampah liar.

#beransurmedia #DKIJakarta #jakarta #sampah #sampahliar #muarabaru #jakartautara #jakut #DLH #DinaLingkunganHidup #DLH beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *