Beransur, Bekasi, 21 Februari 2026 – Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, menjadi saksi antusiasme ribuan warga dalam acara Safari Ramadan yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, Sabtu (20/02/2026) malam.
Agenda yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan 1447 H, tetapi juga menjadi momentum penguatan sinergi tata kelola pemerintahan yang berpihak pada rakyat. Kehadiran penceramah kondang Ustadz Das’ad Latif semakin menambah kemeriahan dan kekhusyukan suasana malam tersebut.
Dalam orasi budayanya, Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan bahwa kepemimpinan adalah sebuah perjalanan pengabdian. Ia menganalogikan tugas pemerintah dengan filosofi jalan yang harus memberikan kenyamanan bagi musafirnya (rakyat).
“Sekali lagi, hidup itu adalah perjalanan, maka jalan itu harus mulus dan lurus, dan kalau ada kelokan, kelokannya harus indah,” ujar KDM di hadapan ribuan warga yang memadati lapangan.
Ia mengingatkan bahwa dalam perspektif Islam, penyelenggara negara adalah Amilin (pengelola amanah publik). Oleh karena itu, KDM menekankan agar biaya operasional birokrasi tidak boleh “memakan” hak rakyat terlalu besar. Menurutnya, porsi anggaran untuk pengelola idealnya hanya berkisar antara 10 hingga 15 persen.
“Kalau terlalu besar, sisa anggaran untuk rakyat menjadi kecil dan pembangunan sulit bergerak cepat,” tegasnya.
KDM menyoroti potret pendidikan dan infrastruktur yang masih memerlukan perhatian serius. Ia mengkritisi masih adanya sekolah dasar yang rusak serta keterbatasan tenaga pendidik di beberapa wilayah. Baginya, tugas utama negara sangat sederhana namun krusial ialah Memastikan tidak ada rakyat yang lapar. Memastikan tidak ada anak putus sekolah. Memastikan infrastruktur jalan bebas dari lubang.
Terkait isu banjir yang kerap menghantui Kabupaten Bekasi, KDM memberikan peringatan keras mengenai keseimbangan alam. Ia menekankan bahwa pembangunan tak terkendali di wilayah hulu akan berdampak langsung pada wilayah hilir.
“Kalau wilayah pegunungan dibangun hotel dan perumahan semua, airnya jatuh ke mana? Ke Bekasi. Kalau sungainya dangkal dan penuh sampah, banjir tidak bisa dihindari,” ungkapnya mengingatkan pentingnya menjaga ekologi.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyambut hangat kehadiran Gubernur di wilayahnya. Ia memaparkan bahwa Tambun Selatan merupakan kawasan dengan kepadatan penduduk yang luar biasa, di mana Desa Sumberjaya sendiri dihuni sekitar 120 ribu jiwa, sementara total warga Kecamatan Tambun Selatan mencapai 700 ribu jiwa.
“Kehadiran Kang Dedi Mulyadi di tengah masyarakat adalah bentuk kepedulian nyata bagi warga di wilayah padat seperti Tambun Selatan. Ini adalah ruang untuk menyerap aspirasi secara langsung,” kata Asep.
Menjawab keluhan masyarakat mengenai infrastruktur, Asep memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang melakukan percepatan. Saat ini, proses pergeseran anggaran tengah berjalan untuk memprioritaskan perbaikan jalan-jalan yang rusak di wilayah tersebut.
“Insya Allah jalan-jalan yang jelek akan dibangun. Kita sedang menunggu pergeseran anggaran agar pelaksanaannya bisa segera berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya optimistis.
#beransurmedia #KabupatenBekasi #kabbekasi #bekasi #KDM #kangdedimulyadi #dedimulyadi #infrastruktur #AsepSuryaAtmaja #LapanganDenSakti #DesaSumberjaya #KecamatanTambunSelatan #jalanrusak beransur.com
