Beransur, Bandung, 23 November 2025 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah merombak gerbang dan area luar Gedung Sate, sebuah proyek yang menelan anggaran sebesar Rp3,9 miliar. Renovasi ini mencakup enam gerbang, penguatan pilar, dan penataan ulang area parkir yang dinilai sudah tidak layak.

Poin utama dari perubahan ini adalah desain pilar gerbang yang kini berkonsep menyerupai Candi Bentar sebagai upaya penegasan identitas budaya Jawa Barat. Pemprov menegaskan bahwa pekerjaan ini tidak menyentuh bangunan utama yang berstatus cagar budaya, dan telah melalui konsultasi dengan Balai Cagar Budaya.

​Proyek renovasi ini memicu polemik dan kritik dari masyarakat, terutama karena muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.

​Publik menilai tampilan gerbang baru yang lebih “nyunda” atau bergaya Candi Bentar tidak serasi dengan arsitektur kolonial Gedung Sate (Indo-Europeeschen architectuur stijl), bahkan sebagian menyebutnya tidak sesuai dengan karakter asli bangunan peninggalan Belanda.

Keputusan mengalokasikan dana Rp3,9 miliar untuk renovasi gerbang juga dipertanyakan urgensinya, mengingat adanya kebijakan efisiensi anggaran dan masih banyaknya kebutuhan lain yang mendesak di Jawa Barat.

​Menanggapi polemik yang berkembang, khususnya di media sosial, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersikap tegas. Inti dari tanggapannya adalah:

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pilar gerbang dan area luar Gedung Sate bukanlah bagian dari cagar budaya atau heritage yang dilindungi, sehingga renovasi tersebut tidak melanggar aturan. Bangunan utama Gedung Sate dan ruang-ruang di dalamnya tetap dipertahankan sebagai cagar budaya.

Gubernur meminta masyarakat untuk mempercayakan penataan kawasan bersejarah kepada para ahli (arsitek), bukan berdasarkan selera atau keinginan warganet di media sosial.

​“Jangan ngikutin netizen. Kita ngikutin arsitek, gitu loh. Kalau ngikutin netizen, enggak akan selesai-selesai, nanti ada banyak versinya,” tegas Dedi Mulyadi.

Pembangunan gerbang ini diklaim telah melalui kajian matang dengan melibatkan arsitek yang handal, bahkan disebut sebagai upaya untuk menyempurnakan tata ruang gedung bersejarah dengan memunculkan ikon budaya Jawa Barat, salah satunya terinspirasi dari arsitektur Kacirebonan.

Disebutkan bahwa anggaran Rp3,9 miliar ini didanai dari hasil efisiensi anggaran, seperti biaya perjalanan dinas dan belanja seragam gubernur.

Oplus_131072

​Renovasi ini, yang ditargetkan rampung pada Desember 2025, bertujuan untuk memperkuat area sekitar Gedung Sate sekaligus menonjolkan ikon dan identitas budaya Jawa Barat di lingkungan pusat pemerintahan.

#beransur #bandung #belanda #gedungsate #cagarbudaya #jabar #jawabarat #renovasi #gubernur #dedimulyadi #pemprov #provinsi beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *