Beransur, Sleman, 24 Maret 2026 – Fenomena unik sekaligus memprihatinkan mewarnai arus balik Lebaran 2026 di wilayah Yogyakarta. Ratusan kendaraan pemudik dilaporkan tersesat hingga masuk ke area persawahan dan jalan sempit di kawasan Purwomartani, Sleman, pada Senin (23/3/2026). Kejadian ini diduga kuat terjadi akibat para pengemudi terlalu mengandalkan aplikasi navigasi digital, Google Maps.

​Peristiwa ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagram @jogjainfo. Dalam rekaman video yang beredar, tampak antrean panjang mobil mengular di jalanan kecil yang membelah area persawahan.

Pemandangan kontras terlihat saat mobil-mobil modern tersebut terjepit di antara tanaman padi, sementara warga setempat tampak heran menyaksikan “kemacetan mendadak” di depan rumah mereka.

​Berdasarkan dari pantauan di lokasi, kendaraan yang terjebak didominasi pelat luar daerah. Mulai dari pelat B asal Jakarta dan sekitarnya, pelat G dari wilayah Pekalongan hingga Pemalang, serta pelat L dari Surabaya.

​Para pengemudi ditengarai mencoba mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalur utama menuju gerbang Tol Purwomartani. Namun, algoritma navigasi justru mengarahkan mereka ke jalan perkampungan yang tidak dirancang untuk menampung volume kendaraan tinggi secara bersamaan.

​Kondisi jalan yang sempit sempat menimbulkan kebuntuan total. Beruntung, warga setempat dengan sigap turun tangan membantu mengatur lalu lintas dan mengarahkan para pemudik untuk keluar dari jalur “tikur” tersebut.

“Namanya juga Gmaps cari jalan tercepat, wkwkwk,” tulis @art***.

Unggahan kejadian ini pun memicu beragam komentar dari warganet. Menariknya, muncul dugaan rombongan kendaraan mengikuti satu mobil di depan tanpa mengetahui kondisi jalan.

​”Padahal yang paling depan rumahnya di daerah situ, diikutin banyak orang,” tulis akun @melawan*** dalam kolom komentar.

​Salah satu netizen lain, @sarijo*, mengakui bahwa dirinya termasuk dalam rombongan yang tersesat tersebut saat melakukan perjalanan arus balik dari Jawa Timur.

​Menanggapi fenomena ini, pihak Jasa Marga kembali mengingatkan para pengguna jalan agar tetap waspada dan tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi.

Jalur pedesaan seringkali memiliki medan yang curam atau sempit yang berbahaya bagi kendaraan muatan penuh. Jangan memaksakan masuk ke jalan kecil jika lebar jalan tidak memadai untuk berpapasan. Jalur utama tetap menjadi prioritas karena kapasitas jalan yang sudah teruji.

​Kejadian di Purwomartani ini menjadi pengingat bagi seluruh pemudik agar tetap mengutamakan logika dan rambu lalu lintas konvensional demi keamanan serta kenyamanan bersama di perjalanan.

#beransurmedia #pemudik #nyasar #googlemaps #maps #sawah #sleman #TolPurwomartani #perjalanan #desa #jawatimur #yogyakarta #jasamarga beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *