Beransur, Jakarta, 12 Januari 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan pernyataan tegas terkait dinamika opini publik di tanah air. Ia meyakini bahwa pihak-pihak yang terus-menerus menyebarkan narasi pesimisme dan sikap sinis terhadap kemajuan bangsa bukanlah gerakan organik, melainkan bagian dari agenda yang didanai oleh kekuatan asing.

​Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus peringatan akan adanya upaya sistematis untuk melemahkan mentalitas bangsa Indonesia di tengah ambisi pemerintah mencapai kemandirian nasional.

​Prabowo menekankan bahwa kritik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, menurutnya, ada perbedaan tipis antara kritik yang membangun dengan upaya sengaja untuk menjatuhkan rasa percaya diri rakyat.

​”Mereka yang sebar pesimisme dan sinisme dibayar kekuatan asing, itu keyakinan saya,” tegas Prabowo.

​Ia menambahkan bahwa kekuatan asing seringkali tidak menginginkan Indonesia menjadi negara yang kuat dan mandiri secara ekonomi maupun militer. Oleh karena itu, salah satu cara yang digunakan adalah melalui “perang informasi” dengan menyewa aktor-aktor lokal untuk menciptakan kegaduhan dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah sendiri.

​Waspada Terhadap Intervensi Non-Fisik. Dalam pandangan Prabowo, intervensi asing di era modern tidak lagi selalu berbentuk fisik atau militer, melainkan melalui pelemahan karakter bangsa. Dengan membuat rakyat merasa pesimis, bangsa Indonesia akan kehilangan daya juang untuk bersaing di kancah global.

​Beberapa poin utama yang ditekankan dalam arahannya meliputi:

Rakyat diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang hanya menonjolkan kegagalan tanpa memberikan solusi.

Pentingnya memfilter informasi agar tidak terjebak dalam agenda pihak luar yang ingin memecah belah persatuan.

Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk fokus pada potensi besar yang dimiliki Indonesia, mulai dari sumber daya alam hingga bonus demografi.

​Pernyataan ini memicu diskusi hangat di media sosial. Sebagian pendukungnya menilai ini adalah peringatan penting agar masyarakat lebih waspada terhadap “antek asing”.

Di sisi lain, beberapa pengamat komunikasi politik mengingatkan agar pernyataan ini tidak digunakan untuk membungkam kritik obyektif yang diperlukan untuk check and balances dalam pemerintahan.

​Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintahannya akan tetap fokus pada kerja nyata demi kesejahteraan rakyat, terlepas dari segala kebisingan yang diciptakan oleh pihak-pihak penyebar pesimisme tersebut.

#beransurmedia #presidenRI #prabowosubianto #waspada #antekasing #dibayar #asing #ekonomi #militer #kesejahteraan #rakyat #indonesia beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *