Beransur, Aden, 3 januari 2026 – Ketegangan baru muncul di wilayah timur Yaman, tepatnya di Provinsi Hadramaut. Wilayah yang kaya akan sumber daya alam ini kini menjadi titik panas persaingan pengaruh antara dua mantan sekutu dekat dalam koalisi militer di Yaman: Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA)
Pada tahun 2015, Arab Saudi dan UEA memasuki Yaman sebagai sekutu utama dalam operasi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang sah melawan pemberontak Houthi. Namun, seiring berjalannya waktu, visi kedua negara mengenai masa depan Yaman mulai berseberangan:
Arab Saudi: Tetap berkomitmen mendukung pemerintah pusat Yaman yang diakui secara internasional serta memperkuat hubungan dengan pasukan suku lokal di Hadramaut untuk menjaga stabilitas perbatasan selatannya.
Uni Emirat Arab (UEA): Memberikan dukungan penuh kepada Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC). Kelompok ini memiliki agenda utama untuk memisahkan diri dari Yaman Utara dan membentuk negara merdeka di wilayah selatan.
Ketegangan memuncak saat pasukan STC yang didukung UEA mulai bergerak maju menuju wilayah Hadramaut. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk memperluas kontrol STC ke arah timur, wilayah yang selama ini menjadi basis kekuatan yang setia kepada pemerintah Yaman dan didukung oleh Riyadh.
Laporan lapangan menunjukkan bahwa pasukan STC mencoba mengambil alih posisi-posisi strategis yang sebelumnya dijaga oleh unit militer yang berafiliasi dengan Saudi. Sebagai respons, Arab Saudi dilaporkan mulai menggerakkan kendaraan lapis baja dan bala bantuan militer menuju titik-titik krusial di Hadramaut untuk mencegah jatuhnya wilayah tersebut ke tangan kelompok separatis.
Provinsi Hadramaut memiliki nilai strategis yang sangat tinggi karena Merupakan wilayah terbesar di Yaman dan memiliki ladang minyak yang signifikan. Berbatasan Geografis langsung dengan Arab Saudi, menjadikannya zona penyangga keamanan bagi Riyadh. Kontrol atas Hadramaut akan menentukan apakah agenda separatisme STC dapat terwujud secara penuh atau tetap terbatas.
Saat ini, kedua belah pihak terlihat terus memperkuat posisi masing-masing. Meskipun secara diplomatik Arab Saudi dan UEA masih tergabung dalam koalisi, “perang proksi” di tingkat lokal ini mengancam stabilitas pemerintahan Yaman yang sudah rapuh dan mempersulit upaya perdamaian menyeluruh dengan kelompok Houthi di utara.
Persaingan ini menunjukkan bahwa konflik Yaman bukan lagi sekadar perlawanan terhadap Houthi, melainkan telah berkembang menjadi perebutan pengaruh regional yang kompleks di antara negara-negara Teluk.
#beransurmedia #aden #Yaman #Arab Saudi #UniEmiratArab #UEA #Houthi #DewanTransisiSelatan #SouthernTransitionalCouncil #STC #teluk #yamanutara #Hadramaut #Riyadh #konflik #perang #serangan #separatis beransur.com
