Beransur, Jakarta, 20 Desember 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara resmi memberikan dukungan penuh terhadap peluncuran film animasi adaptasi dari Kekayaan Intelektual (IP) ikonis Indonesia, “Garuda di Dadaku”.
Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa IP lokal mampu beradaptasi lintas generasi sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa transformasi kisah heroik ini ke dalam format animasi merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat ekosistem kreatif nasional.
Dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (20/12), Menteri Riefky menyatakan bahwa perluasan IP lokal ke berbagai medium industri sangat penting agar karya anak bangsa tetap relevan dan kompetitif.
“Transformasi ‘Garuda di Dadaku’ ke animasi menunjukkan bagaimana IP lokal dapat terus hidup, menjangkau generasi baru, serta menciptakan nilai tambah ekonomi. Animasi ini bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari strategi memperkuat ekosistem kreatif dan mendorong inovasi,” ujar Riefky.
Ia menambahkan bahwa strategi ini mengukuhkan peran ekonomi kreatif sebagai “the new engine of growth” yang mampu menggerakkan industri, memperluas akses pasar, hingga menegaskan daya saing Indonesia di kancah global.
Film animasi ini merupakan hasil kolaborasi antara BASE Entertainment dan KAWI Animation. Berbeda dengan versi live-action sebelumnya, versi animasi ini memperkenalkan karakter baru bernama Gaga, seekor Burung Garuda yang penuh energi.
Cerita akan berfokus pada hubungan Gaga dengan Putra, seorang anak yang memendam mimpi besar untuk menjadi pemain sepak bola tim nasional. Melalui teaser yang telah dirilis, film ini menjanjikan kisah hangat tentang:
Keberanian dalam mengejar cita-cita.
Persahabatan yang tulus.
Proses Bertumbuh dan nilai-nilai keluarga.
Produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn, menjelaskan bahwa pendekatan animasi dipilih agar lebih dekat dengan emosi anak-anak zaman sekarang. “Lewat animasi, kami menghadirkan ceritanya dengan pendekatan hangat, relevan, dan berfokus pada karakter serta emosi anak,” tuturnya.

Proyek ambisius ini disutradarai oleh Ronny Gani dan diproduseri oleh jajaran nama besar seperti Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson. Selain itu, jajaran pengisi suara (dubber) juga melibatkan talenta populer:
Kristo Immanuel sebagai Gaga.
Keanu Azka sebagai Putra.
Revalina S. Temat sebagai Dewi Garuda.
Quinn Salman sebagai Naya.
Dengan adanya kolaborasi lintas studio dan mitra ini, “Garuda di Dadaku” diharapkan tidak hanya memperkuat subsektor animasi nasional, tetapi juga membuka peluang inovasi dan pengembangan IP lokal di pasar internasional.
#beransurmedia #garudadidadaku #anime #nasional #IP #animasi #Kemenekraf #indonesia beransur.com
