Beransur, Teupin Mane, 29 Desember 2025 – Ketenangan warga di sekitar Jembatan Bailey Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kembali terusik. Minggu (28/12/2025) pagi, warga dikejutkan oleh temuan sejumlah baut pada badan jembatan darurat tersebut yang diketahui telah dicopot oleh orang tak dikenal (OTK).
Temuan itu sontak menimbulkan kegelisahan, mengingat jembatan Bailey tersebut baru saja rampung dikerjakan dan menjadi urat nadi vital penghubung ruas lintas nasional Bireuen–Takengon. Beberapa baut yang telah dilepas bahkan ditemukan tergeletak di atas badan jembatan, memperkuat dugaan adanya tindakan tidak bertanggung jawab yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dibuat geram dengan aksi sabotase yang terjadi di lokasi bencana Aceh. Di saat TNI AD sedang kerja keras membangun jembatan bailey (jembatan rangka baja darurat) untuk menolong warga, eh, malah ada orang yang tega membongkar baut-baut jembatan tersebut. Padahal, hanya dua pekan sebelumnya, tepatnya Minggu sore, 14 Desember 2025, Jembatan Bailey Teupin Mane selesai dibangun oleh pasukan TNI bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan dukungan pemerintah daerah
Dalam konferensi pers di Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), Jenderal Maruli blak-blakan mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku tidak habis pikir ada kelompok yang tega membahayakan nyawa orang lain demi kepentingan tertentu.
”Terus terang, kami pikir masyarakat lagi kena bencana, tapi baut-bautnya malah dibongkar. Saya pikir orang sebiadab ini luar biasa,” ujar Maruli dengan nada kecewa.
Beliau bahkan mengaku sampai tidak bisa tidur nyenyak memikirkan risiko yang bisa terjadi kalau sabotase itu tidak ketahuan. Bayangkan saja, kalau jembatan itu dilewati warga lalu ambruk karena bautnya hilang, korbannya pasti masyarakat yang sudah susah karena bencana.
Meski ada gangguan sabotase, Jenderal Maruli memastikan prajurit TNI AD tidak akan kendor. Saat ini, tim di lapangan bekerja non-stop siang dan malam dengan sistem tiga shift supaya target pemulihan infrastruktur cepat selesai.
Sejauh ini, TNI sudah menangani puluhan proyek mulai dari jembatan bailey, jembatan gantung, hingga gorong-gorong baja (armco). Sebagian besar sudah mulai bisa digunakan oleh warga setempat.
Maruli juga menyebutkan bahwa penanganan bencana kali ini terasa jauh lebih cepat dibanding pengalaman-pengalaman sebelumnya. Menurutnya, hal ini terjadi karena adanya komando langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
”Saya sudah puluhan kali tugas bantuan bencana, dan saya berani bilang ini yang tercepat karena Presiden memimpin langsung perintahnya,” tambahnya. Pesan KSAD: Tolong, Kita Harus Kompak!
Di akhir penjelasannya, Jenderal Maruli meminta semua pihak termasuk masyarakat dan media untuk menjaga kekompakan. Ia mengingatkan bahwa dalam situasi darurat seperti ini, musuh utamanya adalah waktu dan keselamatan warga, bukan saling menjatuhkan atau melakukan sabotase.
”Kita harus kompak. Jangan sampai ada korban jiwa lagi. Kami sudah bekerja siang malam di lapangan,” pungkasnya.
Warga pun terbelah dalam menafsirkan motif di balik kejadian tersebut. Sebagian menduga baut-baut itu dicopot untuk dicuri, sementara yang lain mencurigai adanya upaya sabotase yang berpotensi menyebabkan jembatan kembali rusak atau bahkan runtuh.
“Saya duga ini sabotase oleh OTK. Kalau hanya untuk dicuri dan dijual, berapa sih harga baut-baut itu? Terlalu sedikit hasilnya dan risikonya sangat besar. Tidak masuk akal,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Oleh karena itu, warga menegaskan pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun dengan kerja keras, pengorbanan, dan niat kemanusiaan. Jembatan Bailey Teupin Mane bukan sekadar bangunan fisik, melainkan denyut kehidupan bagi ribuan warga.
#beransurmedia #bailey #TeupinMane #OTK #orangtidakdikenal #KecamatanJuli #KabupatenBireuen #aceh #jembatan #fasilitasumum #JenderalMaruliSimanjuntak #KepalaStafAngkatanDarat #KSAD beransur.com
